Senin 11 April 2022, 04:10 WIB

Ramadan di Pakistan Tingkatkan Semangat Berbagi

H-2 | Ramadan
Ramadan di Pakistan Tingkatkan Semangat Berbagi

Dok. Konsul Jenderal RI di Karachi
Anggota diaspora Indonesia mengikuti salat Tarawih di Karachi, Pakistan

 

UDARA 34 derajat celsius di Karachi, Pakistan, terasa menyengat di muka ketika saya berjalan menuju tempat wudu. Hari ini, meskipun hanya berbeda sekitar 2 derajat celsius lebih panas dari Jakarta, panas Karachi juga terasa lebih menyengat terasa menyengat.

Bisa jadi itu kebetulan karena KJRI Karachi terletak di daerah Clifton yang dekat dengan pantai laut Arab. Hal ini menjadi tantangan tersendiri ketika memasuki bulan puasa Ramadan.

Ramadan kali ini merupakan yang pertama sejak ketibaan saya di Karachi pada Juni 2021. Berbeda dengan Indonesia yang menyebut bulan puasa sebagai bulan Ramadan, di Pakistan sebutannya ialah bulan Ramazan.

Seperti juga di Indonesia, Ramadan disambut dengan ramai di Pakistan, mengingat Pakistan ialah negara muslim kedua terbesar (setelah Indonesia) dengan jumlah populasi sekitar 220 juta orang dan 96,47% ialah muslim.

Dalam banyak hal, keriuhan dalam menyambut bulan Ramadan di Pakistan hampir identik dengan di Indonesia. Jajanan pasar menjelang berbuka banyak diserbu masyarakat. Beberapa jajanan khas Pakistan di bulan Ramadan ialah pakoras, samosas, dan spring rolls.

Pakoras padanannya di Indonesia ialah gorengan. Sementara itu, samosas dan spring rolls lebih mirip dengan lumpia di Indonesia. Untuk minuman khas bulan Ramadan di Pakistan umumnya berupa jus buah yang dicampur sirop mawar.

Di beberapa area (umumnya di kalangan kelas menengah ke bawah), masih terdapat praktik membangunkan sahur dengan gendang. Bulan Ramadan di Pakistan juga meningkatnya aktivitas sedekah buka puasa baik yang dilakukan berbagai LSM maupun kalangan kelas atas Pakistan.

Pakistan, menurut riset Stanford Social Innovation Review, merupakan salah satu negara paling dermawan dengan adanya kontribusi lebih dari 1% GDP-nya untuk amal.

Sebagai Konsul Jenderal RI di Karachi, pada bulan Ramadan tingkat interaksi saya malah semakin meningkat dengan berbagai undangan buka puasa (iftar) bersama. Hal yang unik, ketika memasuki bulan Ramadan terdapat tradisi saling mengirimkan bingkisan kepada kolega atau kerabat.

Kegiatan menghadiri iftar di Pakistan menjadi kesibukan yang menghibur, hampir setiap hari ada undangan iftar. Acara iftar diadakan mulai rumah pribadi yang besar (dengan taman indoor yang luas), marriage hall (aula yang sering digunakan pesta pernikahan), sampai dengan hotel berbintang.

Satu hal yang positif dari acara buka bersama di Pakistan ialah orang-orang menjadi lebih on time (tepat waktu) karena mengejar momentum buka puasa. Hal yang berbeda dari bulan-bulan lainnya, acara jamuan malam biasanya bisa baru mulai dari sekitar pukul 9 atau 10 malam. (H-2)

Baca Juga

Ist

Masyarakat Puas Kinerja dari Pemerintah dan Polisi Tangani Arus Mudik

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 15 Mei 2022, 21:22 WIB
Masyarakat merasakan puas atas kinerja dari Pemerintah Indonesia dan Polri terkait hal penanganan dan penyelenggaraan arus mudik Hari Raya...
DOK Pribadi.

Program Ramadhan Brand Berbagi Salurkan 1.000 Lebih Paket

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 09 Mei 2022, 21:50 WIB
Harapannya, seluruh donasi yang diberikan dapat menjadi berkah, tidak hanya bagi penerima, tetapi juga untuk perusahaan sebagai...
Dok. Mahasiswa Diaspora di Saint Petersburg

Lebaran Penuh Kegembiraan di Saint Petersburg

👤 Naila Maziya Labiba ! Mahasiswi Program Master di Saint Petersburg State Technological Institute (Technical University) 🕔Jumat 06 Mei 2022, 14:25 WIB
Acara silaturahim yang bertemakan Pulang Kampoeng ke Rumah Nenek dibuka dengan sambutan Ketua persatuan mahasiswa Indonesia di Saint...

RENUNGAN RAMADAN

CAHAYA HATI


JADWAL IMSAKIYAH
Senin, 23 Mei 2022 / Ramadan 1443 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : WIB
Subuh : WIB
Terbit : WIB
Dzuhur : WIB
Ashar : WIB
Maghrib : WIB
Isya : WIB

PERNIK RAMADAN