Minggu 02 Mei 2021, 14:45 WIB

Puasa Ajarkan Umat Kendalikan Diri dan Junjung Toleransi

Humaniora | Ramadan
Puasa Ajarkan Umat Kendalikan Diri dan Junjung Toleransi

ANTARA/SYAIFUL ARIF
Warga binaan Lapas kelas II B Jombang mengikuti kegiataan keagaaman selama bulan suci Ramadhan di Jatim, Rabu (28/4/2021)

Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (Wasekjen DPP) Al-Ittihadiyah KH Zulkifi mengatakan puasa mengajarkan umat untuk mengendalikan diri sebagai seorang yang beriman dan menjunjung toleransi.

Di dalam kehidupan bermasyarakat ada hal-hal yang perlu disikapi secara bijak dan benar, sehingga diharapkan dengan pengendalian diri dan toleransi tidak menimbulkan pertentangan di antara sesama umat manusia, katanya.

“Bangsa kita ini adalah bangsa yang majemuk yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa, bahasa dan juga agama. Dalam menghadapi situasi yang demikian, kuncinya adalah bagaimana kita bisa bersikap saling toleransi di antara sesama, baik sesama umat maupun dengan umat yang lain,” ucap KH Zulkifi di Jakarta, Jumat (30/4).

Baca juga: Temukan Potensi Pelanggaran Siaran Ramadan, MUI Pantau Stasiun TV

Ia mengungkapkan bahwa toleransi itu juga ada di dalam peraturan agama. “Nah marilah toleransi itu kita jaga dengan sebaik-baiknya sehingga tidak menimbulkan letupan-letupan yang akan dapat menimbulkan gejolak antar sesama umat manusia dan umat agama lain di negeri ini,” imbuhnya.

Apalagi, menurut dia, puasa juga dapat membuat umat bisa bersama-sama merasakan bagaimana orang-orang yang selama ini hidup kekurangan. Kemudian diberikan bantuan kepada mereka dalam bentuk zakat. Hal ini sebagai upaya untuk memberikan perhatian sehingga mereka bisa memenuhi hak-haknya sebagai manusia.

“Perhatian kepada orangnya dan juga pemahamannya tentang hidup bermasyarakat. Kalau dia hidup bermasyarakat dengan baik, dia tidak akan menimbulkan hal-hal yang di luar batas kemanusiaan, tidak menimbulkan hal-hal yang merusak, membunuh orang dan segala macamnya,” tegas Zulkifli.

Zulkifli menyampaikan dengan momentum bulan Ramadan ini, sebagai sesama anak bangsa perlu merawat kerukunan dengan sebaik-baiknya agar apa yang dicita-citakan yaitu masyarakat sejahtera, adil, makmur bisa terwujud tanpa dihantui oleh rasa takut dan rasa was-was. Itu menjadi satu keniscayaan untuk masa depan.

“Kuncinya tentu tadi itu. Kalau dia punya prinsip keagamaan yang bagus, tentu dia akan saling bertoleransi atau kasarnya dalam agama itu hal-hal yang ‘muamalah’. Dia juga tidak melakukan tindakan-tindakan yang akan merugikan dan merusak orang lain,” jelas Wakil Sekretaris Jenderal Lembaga Persahabatan Ormas Islam (Wasekjen LPOI) itu.

Baca juga: Pemkab Bogor Luncurkan Program 1.000 Tahfidz Al-Quran

Selain itu, Zulkifli juga mengingatkan bahwa pada masa pandemi covid-19 hendaknya masyarakat dapat kembali kepada ajaran agama masing-masing dan terus mengembangkan sikap saling hormat-menghormati, saling tegur sapa antarsatu sama lain dan saling mengingatkan bahwa musibah pandemi covid-19 ini adalah sesuatu hal yang harus disikapi dengan sebaik-baiknya, sehingga semua bisa terhindar dari penyakit tersebut.

“Untuk itulah kesadaran kita diuji agar bagaimana kita merawat diri dan keluarga kita, kemudian menasehati tetangga kita supaya bisa melaksanakan kewajibannya sehingga mereka dapat menjaga standar kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia berpendapat dengan kemajuan teknologi informasi di media sosial saat ini, seperti informasi negatif yang disebar di WhatsApp (WA) kadang-kadang juga akan menimbulkan hal-hal yang tidak bagus di kalangan antarsesama manusia.

Untuk itu di bulan Ramdan ini ia meminta dan berharap agar umat Islam banyak berdzikir dan banyak membaca Alquran, sehingga dapat mengurangi kegiatan seperti chatting-chatting yang sekiranya dapat merugikan diri sendiri dan juga orang lain.

“Dengan demikian tidak menimbulkan hal-hal yang yang tidak kita inginkan, seperti misalnya menyebar hoaks atau fitnah. Apalagi di bulan Ramadan ini bersama kita untuk takaful atau saling melindungi, berdzikir, membaca Alquran yang banyak sehingga terhindar dari hal-hal yang seperti itu. Itu yang kita harapkan,” ucapnya. (Ant/H-3)

Baca Juga

AFP/KARIM SAHIB

Raih Keberkahan Allah SWT

👤Atalya Puspa 🕔Jumat 07 Mei 2021, 05:00 WIB
Segala sesuatu menjadi keberkahan jika membuat kita semakin dekat dan taat pada Allah...
MI/SENO

Hari Akhir adalah Keniscayaan

👤Quraish Shihab 🕔Jumat 07 Mei 2021, 05:00 WIB
Pada ayat 7-12 digambarkan mengenai siksa yang akan dirasakan kaum kafir dan keniscayaan akan hari...
MI/DEDE SUSIANTI

Rajutan Silaturahim dalam Bukber di Gereja Katedral Bogor

👤Dede Susianti/H-3 🕔Jumat 07 Mei 2021, 05:00 WIB
Suasana berbeda tampak di lantai 2, Aula Gereja Katedral Bogor, Rabu (5/5). Suguhan teh manis dan kolak menjadi menu pertama buka puasa,...

RENUNGAN RAMADAN

TAFSIR AL-MISHBAH

2021-05-07

JADWAL IMSAKIYAH
Jumat, 07 Mei 2021 / Ramadan 1442 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : 04:31 WIB
Subuh : 04:41 WIB
Terbit : 05:53 WIB
Dzuhur : 11:49 WIB
Ashar : 15:11 WIB
Maghrib : 17:58 WIB
Isya : 18:53 WIB

TAUSIYAH