Rabu 14 April 2021, 05:20 WIB

Nuansa Ramadan di Negeri Lamahala

(Ant/H-2) | Ramadan
Nuansa Ramadan di Negeri Lamahala

ANTARA/ANDI FIRDAUS
JAGUNG TITI: Pelaku usaha jagung titi, Zainab Abdullah, 63, memasak jagung untuk diproduksi menjadi jagung titi di Desa Lamahala Jaya,

 

SEHARI menjelang Ramadan 1422 Hijriah, suara tumbukan batu bertalu-talu mengusik keheningan di Lamahala menjelang azan salat subuh. Suara entakan batu datang dari arah timur Rumah Adat Lawaha di Desa Lamahala Jaya, Kecamatan Waiwerang Kota, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Rupanya, tidak kurang dari 70 rumah penduduk yang menempati lahan miring di sana dihuni para produsen camilan khas Pulau Adonara bernama jagung titi. Sesuai namanya, makanan itu dibuat dari tanaman pangan jagung yang ditumbuk menggunakan batu.

“Jagung titi makanan khas sini. Satu kampung ini, kami yang buat. Ditumbuk batu sampai gepeng, seperti emping melinjo kalau di Jawa, tapi ini bahannya jagung,” kata Ketua RT 005 RW 02 Lamahala Jaya, Suleman Kasim, 69.

Kala Ramadan, jagung titi menjadi salah satu kudapan khas di Lamahala. Jagung yang digunakan berjenis jagung pulut. Bijinya bertekstur empuk dan lengket, tidak seperti biji jagung hibrida yang keras sehingga gampang hancur saat ditumbuk.

Selama ini, jagung titi kurang populer di benak masyarakat luar NTT sebab proses pembuatannya yang spesifik, hanya dikerjakan orang-orang tertentu secara turun-temurun.
Proses produksi yang dilakukan memang sangat tradisional. Biji yang telah direndam semalaman, kemudian dipanaskan dalam periuk menggunakan kayu bakar hingga setengah matang.

Uniknya, proses adukan hingga mengangkat biji jagung dari periuk panas dilakukan tanpa menggunakan alat, melainkan dengan jari tangan si pembuat. “Kira-kira satu jimpit jagung kita taruh di atas periuk (batu) lalu ditumbuk sampai gepeng,” tutur Suleman.

Zainab Abdullah, 63, salah satu pelaku usaha itu sibuk mengejar permintaan jagung titi untuk kudapan Ramadan 1442 Hijriah. Sebanyak 50 batang jagung yang dipetik dari kebun, sanggup diproduksi Zainab hingga dua baskom besar. Satu baskomnya kira-kira 1,5 kilogram, lalu dijual ke pasar atau berkeliling kampung.

Salah satu pelanggannya adalah H Adnan Sangaji yang saat ini mewarisi takhta Kerajaan Lamahala sebagai keturunan ke-13 raja pendahulu, NN Sangaji. Adnan mengakui bahwa jagung titi merupakan salah makanan favoritnya, terutama saat bulan puasa.

“Warga Adonara yang sedang pergi merantau dalam waktu lama, pasti dia menangis kalau menemukan jagung titi di sana. Ini makanan yang mengingatkan mereka untuk pulang,” katanya.

Adnan mengatakan, di kampungnya tidak ada pasar Ramadan seperti di tempat lain karena warga lebih senang memasak sendiri penganan atau makanan untuk berbuka puasa. Ketika menunggu waktu berbuka, warga Lamahala memilih berkumpul di masjid untuk kemudian berbuka bersama.

“Nanti antarwarga saling berkirim makanan, juga untuk jemaah yang menunggu berbuka puasa dan salat tarawih di masjid,” katanya. (Ant/H-2)

Baca Juga

Dok. Amy Maulana

Takbir dan Salawat Bergema Sambut Idul Fitri di Dagestan Rusia

👤Humaniora 🕔Senin 17 Mei 2021, 08:00 WIB
Tradisi lebaran masyarakat muslim Dagestan yang unik adalah mengunjungi keluarga atau tetangga yang tahun ini berduka ditinggalkan mati...
ANTARA/ADENG BUSTOMI

Ketupat Lemak, Menu Wajib Lebaran di Kubu Raya

👤Humaniora 🕔Jumat 14 Mei 2021, 10:31 WIB
Ketupat lemak merupakan beras ketan yang dimasukkan ke dalam daun kelapa yang sudah di anyam. Beda dengan ketupat, pada umumnya ketupat...
Antara

Ketua DPR: Idulfitri Momentum Perkuat Solidaritas

👤Putra Ananda 🕔Kamis 13 Mei 2021, 13:59 WIB
Apalagi saat pandemi covid-19, menurut Puan penting untuk berbagi kebahagiaan dengan saudara di sekeliling kita. Terutama mereka yang...

RENUNGAN RAMADAN

TAFSIR AL-MISHBAH

2021-11-28

JADWAL IMSAKIYAH
Minggu, 28 Nov 2021 / Ramadan 1442 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : 04:02 WIB
Subuh : 04:12 WIB
Terbit : 05:27 WIB
Dzuhur : 11:41 WIB
Ashar : 15:06 WIB
Maghrib : 18:08 WIB
Isya : 19:05 WIB

TAUSIYAH