Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Golkar Sepakat Rekonsiliasi

Nur Aivanni
31/10/2015 00:00
Golkar Sepakat Rekonsiliasi
Rekonsiliasi antara dua kepengurusan Partai Golkar, baik versi munas Bali maupun munas Jakarta.(MI/ADAM DWI)

DUALISME kepengurusan Partai Golkar yang terjadi sejak Desember 2014 menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir. Kubu Aburizal Bakrie dan Agung Laksono telah sepakat menggelar ajang silaturahim nasional (silatnas) di Jakarta, besok.

"Silatnas digelar dalam rangka konsolidasi partai. Ini merupakan bentuk kesepahaman di antara kedua kubu untuk mencairkan suasana. Kita ingin melupakan perbedaan," ujar Wakil Ketua Umum Golkar hasil munas Bali Nurdin Halid.

Ia mengatakan hal itu di Kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli, Slipi, Jakarta, kemarin.

Kehadiran Nurdin di Anggrek Neli sekaligus menandakan kedua kubu telah berdamai karena selama hampir setahun kantor tersebut dikuasai Kubu Agung Laksono.

"Saya dan Bang Yorrys Raweyai (Wakil Ketua Umum Golkar hasil Munas Ancol)melakukan dialog komunikasi politik kekeluargaan sehingga kita perlu rekonsiliasi kader, melupakan perbedaan, menyongsong 9 Desember agar solid, dan memenangi pilkada serentak," ujarnya.

Menurut Nurdin, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan HAM Luhut Binsar Pandjaitan, serta tokoh-tokoh senior Golkar seperti Akbar Tandjung dan mantan Wakil Presiden BJ Habibie telah dijadwalkan hadir.

"Kami juga akan mengundang para pengurus Golkar di berbagai wilayah di Indonesia serta calon kepala daerah yang diusung Golkar untuk hadir di acara silatnas. Konsolidasi membutuhkan kesepahaman, kebersahajaan, serta hati ikhlas untuk berdialog," imbuh Nurdin.

Selamatkan Golkar

Wakil Ketua Umum Golkar hasil munas Ancol Yorrys Raweyai menyatakan acara silatnas merupakan capaian yang luar biasa bagi Partai Golkar.

Yorrys berharap silatnas nanti benar-benar dapat menyelamatkan Partai Golkar.

"Pak Jusuf Kalla dijadwalkan memberikan pidato kepada seluruh kader Golkar dan 238 calon kepala daerah yang diusung Partai Golkar. Adapun Aburizal Bakrie akan memberikan pidato mewakili pengurus Partai Golkar," tegas Yorrys.

Menurutnya, Ical--julukan Aburizal--sengaja didaulat memberikan pidato mewakili pengurus karena Mahkamah Agung dalam putusannya menetapkan kepengurusan Golkar yang sah ialah hasil munas Riau.

"Berdasar SK munas Riau, Ketua Umum Partai Golkar ialah Aburizal Bakrie," cetus dia.

Baik Nurdin maupun Yorrys selaku wakil kedua kubu, satu pendapat bahwa putusan MA berimplikasi pada kembalinya kepengurusan Golkar kepada hasil Munas Riau 2009 dengan Ketua Umum Aburizal Bakrie, Sekjen Idrus Marham, dan Agung Laksono ialah Wakil Ketua Umum.

"MA memerintahkan mencabut SK kepengurusan munas Ancol, maka masih ada SK periode 2009-2015, yang pada periode itu ketua umum ialah Pak ARB (Aburizal), sekjen Idrus Marham, dan Pak Agung Laksono sebagai wakil ketua umum. Hal itu berlaku sampai Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengeluarkan SK baru," ujar Yorrys.

Ia menambahkan tantangan Golkar saat ini ialah mengikuti pilkada serentak.

Silatnas yang akan dihadiri oleh seluruh kader, 238 calon kepala daerah, dan kedua kubu yang kini telah berdamai tersebut akan membicarakan bagaimana strategi pemenangan Golkar dalam pilkada.

"Dengan adanya silatnas, seluruh pihak harus membentuk satu spirit yang sama agar tidak ada lagi perpecahan di masa mendatang. Kita juga harus menghargai Pak Jusuf Kalla yang telah berinisiatif membuat kesepakatan damai," kata Yorrys.

(P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya