Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Dalang G30S PKI: Fakta Lengkap Tragedi 1965 yang Mengubah Sejarah Indonesia

Irvan Sihombing
19/11/2025 12:50
Dalang G30S PKI: Fakta Lengkap Tragedi 1965 yang Mengubah Sejarah Indonesia
Muralis menggambar wajah Pahlawan Revolusi yang gugur pada peristiwa G30S PKI di Cimindi, Cimahi, Jawa Barat, Selasa (27/9/2022).(Antara)

Siapa dalang G30S PKI yang sebenarnya? Pertanyaan ini masih sering muncul di kalangan masyarakat, pelajar, hingga sejarawan. Peristiwa berdarah pada 30 September 1965 menjadi salah satu titik balik terpenting dalam sejarah modern Indonesia. Artikel panjang ini akan membahas secara mendalam: mulai dari latar belakang, kronologi, peran PKI, teori-teori, hingga dampak jangka panjangnya.

Apa Itu G30S PKI? Pengertian dan Latar Belakang

G30S PKI adalah singkatan dari Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia. Peristiwa ini terjadi pada malam tanggal 30 September hingga dini hari 1 Oktober 1965. Sekelompok tentara yang mengatasnamakan diri sebagai "Gerakan 30 September" menculik tujuh jenderal tinggi Angkatan Darat. Enam di antaranya dibunuh, sementara satu jenderal lainnya, Abdul Haris Nasution, berhasil lolos meski ajudannya tewas.

Mayat para jenderal dibuang ke dalam sumur tua di daerah Lubang Buaya, Jakarta Timur. Peristiwa ini langsung memicu reaksi keras dari militer dan masyarakat. Pemerintah Orde Baru kemudian menetapkan PKI sebagai dalang G30S PKI utama.

Kondisi Politik Indonesia Sebelum G30S

Sebelum peristiwa ini, Indonesia berada dalam kondisi politik yang sangat tegang. Ada tiga kekuatan besar:

  1. Nasionalis – diwakili Presiden Soekarno dan TNI AD
  2. Agamis – kelompok Islam seperti NU dan Masyumi
  3. Komunis – PKI yang semakin kuat

PKI saat itu menjadi partai komunis terbesar ketiga di dunia setelah Uni Soviet dan Tiongkok. Mereka memiliki jutaan anggota dan simpatisan. Soekarno sendiri sering melindungi PKI karena konsep NASAKOM (Nasionalis, Agama, Komunis) yang ingin ia wujudkan.

Kronologi Malam Berdarah 30 September 1965

Berikut urutan kejadian G30S PKI secara singkat dan jelas:

  • Pukul 03.00 dini hari: Pasukan Cakrabirawa (pengawal presiden) bergerak ke rumah para jenderal.
  • Jenderal Ahmad Yani: Ditembak mati di rumahnya.
  • Jenderal M.T. Haryono, D.I. Panjaitan, dan S. Parman: Diculik dan dibunuh di Lubang Buaya.
  • Jenderal Suprapto dan Harjono: Nasib serupa.
  • Jenderal Nasution: Melarikan diri, tapi putrinya Ade Irma tewas tertembak.
  • Pagi hari: Radio Republik Indonesia (RRI) menyiarkan pengumuman "Dewan Revolusi" yang dipimpin Letkol Untung.

Namun, siaran ini hanya berlangsung sebentar. Mayor Jenderal Soeharto segera mengambil alih komando dan menghentikan gerakan tersebut dalam hitungan jam.

Siapa Letkol Untung dan Dewan Revolusi?

Letkol Untung adalah komandan Batalyon 1 Resimen Cakrabirawa. Ia mengumumkan pembentukan "Dewan Revolusi" yang katanya ingin membersihkan pemerintahan dari korupsi dan "Dewan Jenderal" yang akan mengkudeta Soekarno. Namun, tidak ada bukti kuat adanya Dewan Jenderal tersebut.

Peran PKI sebagai Dalang G30S PKI

Pemerintah Orde Baru dengan tegas menyatakan PKI adalah dalang G30S PKI. Beberapa alasan utamanya:

  • D.N. Aidit, ketua PKI, diketahui berada di sekitar Halim (markas gerakan) saat kejadian.
  • Beberapa anggota Biro Khusus PKI seperti Sjam dan Pono terlibat langsung dalam perencanaan.
  • Pemuda Rakyat dan Gerwani (sayap perempuan PKI) dilaporkan ikut di Lubang Buaya.
  • Setelah peristiwa, PKI sempat menyambut baik "revolusi".

Namun, banyak sejarawan meragukan bahwa seluruh PKI terlibat. Hanya kelompok kecil di pimpinan yang tahu rencana ini.

Teori Konspirasi: Benarkah Ada Campur Tangan Asing?

Selain versi resmi, ada beberapa teori lain tentang dalang G30S PKI:

  1. Teori CIA: Amerika Serikat khawatir Indonesia jadi negara komunis. Ada dokumen yang menunjukkan CIA mendukung kelompok anti-PKI.
  2. Teori Soeharto: Ada yang bilang Soeharto sengaja membiarkan peristiwa terjadi agar bisa naik ke kekuasaan.
  3. Teori Soekarno: Soekarno tahu rencana tapi tidak menghentikannya karena ingin menyeimbangkan kekuatan.

Hingga kini, tidak ada bukti kuat yang mendukung teori-teori ini secara utuh.

Dampak Tragedi G30S PKI bagi Bangsa Indonesia

Peristiwa ini membawa perubahan besar:

Dampak Penjelasan
Pembantaian Massal Antara 500.000 hingga 1 juta orang dituduh PKI dibunuh atau hilang.
Lahirnya Orde Baru Soeharto naik menjadi presiden pada 1967, berkuasa hingga 1998.
Pembubaran PKI PKI dilarang, semua anggotanya ditangkap atau dibunuh.
Stigma Berkepanjangan Keluarga eks-PKI hingga kini masih sulit dapat pekerjaan atau KTP.

Korban yang Tak Terhitung: Kisah Manusia di Balik Sejarah

Banyak cerita menyedihkan dari masa itu. Anak-anak kehilangan orang tua. Guru, seniman, dan petani biasa dituduh komunis hanya karena punya buku kiri atau ikut serikat buruh.

Film Pengkhianatan G30S PKI (1984) yang wajib ditonton pelajar selama Orde Baru, memperkuat narasi bahwa PKI adalah monster. Padahal, banyak korban adalah rakyat biasa.

Film, Buku, dan Media tentang Dalang G30S PKI

Beberapa karya penting:

  • Film Pengkhianatan G30S PKI – disutradarai Arifin C. Noer, wajib tonton era 80-90an.
  • Buku "Gestapu" – versi resmi pemerintah.
  • Buku "The Army and the Indonesian Genocide" – karya Jess Melvin, versi kritis.
  • Dokumenter "The Act of Killing" – kisah pelaku pembantaian 1965.

Rekonsiliasi: Langkah Menuju Penyembuhan Luka Bangsa

Setelah Reformasi 1998, mulai ada upaya rekonsiliasi. Presiden Gus Dur meminta maaf kepada korban 1965. Beberapa daerah membentuk komisi kebenaran. Namun, hingga 2025, belum ada permintaan maaf resmi dari negara.

Kesimpulan: Siapa Dalang G30S PKI yang Sebenarnya?

Dalang G30S PKI secara resmi adalah PKI, khususnya Biro Khusus di bawah D.N. Aidit. Namun, sejarah tidak hitam-putih. Ada banyak aktor, motif, dan kepentingan yang saling tumpang tindih. Yang pasti, peristiwa ini meninggalkan luka mendalam yang belum sembuh total.

Mari kita belajar dari sejarah. Jangan biarkan perpecahan ideologi kembali memecah bangsa. Kebenaran adalah hak semua pihak, termasuk korban dan keluarganya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya