Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan peran eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel (IEG), dalam kasus dugaan pemerasan pengurusan sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Noel sudah mengetahui adanya praktik kotor saat awal menjabat.
“Yang bersangkutan itu pas masuk, orientasi lah di situ, kan ya, orientasi. Yang bersangkutan mengetahui (ada pemerasan), saudara IEG ini, mengetahui lah akhirnya bahwa ada praktik itu,” kata pelaksana tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (26/8).
Asep mengatakan, Noel sudah mengetahui pemerasan dikoordinir oleh Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personil K3 Irvian Bobby Mahendro (IBM). Bukannya menegur, Noel malah menjuluki Irvian sebagai ‘sultan’ karena mendapatkan banyak uang hasil pemerasan.
“(Noel) juga mendapat informasi bahwa saudara IBM ini adalah ‘sultan’,” ujar Asep.
Bukannya menegur atau memberikan hukuman tegas, Noel malah meminta jatah. Padahal, wakil menteri diberikan kewenangan untuk mengawasi dan menindak bawahannya jika melakukan penyimpangan.
“Nah, terjadi lah penyerahan uang di sana kan. Kalau yang ini sudah saya baca juga Dio media bahwa kata-katanya ini, ‘kalau motor buat saya, apa yang cocok?,” ucap Asep.
Irvian akhirnya menyerahkan uang dan Motor Ducati sebagai jatah Noel. Berdasarkan keterangan Irvian, dana yang diminta Noel dipakai untuk renovasi rumah.
“Nah, ini apakah ada uang yang lain? Ini yang sedang kita dalami,” ujar Asep.
KPK menetapkan sebelas tersangka dalam kasus ini. Mereka yakni eks Wamenaker Immanuel Ebenezer alias Noel, Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personil K3 Irvian Bobby Mahendro, Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja Gerry Aditya Herwanto Putra, Sub Koordinator Keselamatan Kerja Ditjen Bina K3 Subhan, dan Sub Koordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja Anita Kusumawati.
Lalu, Ditjen Binwasnaker dan K3 Fahrurozi, Direktur Bina Kelembagaan Hery Sutanto, Subkoordinator Sekarsari Kartika Putri, Koordinator Supriadi, dan dua pihak PT KEM Indonesia Temurila serta Miki Mahfud.
Irvian merupakan orang yang banyak menerima uang pemerasan dalam kasus ini. Irvian bahkan disebut ‘sultan’ oleh Noel.
Sebanyak 22 kendaraan sudah disita KPK, atas OTT ini. Barang bukti terkait Noel adalah uang Rp3 miliar dan Motor Ducati berwarna biru. (Can/P-3)
Asep mengatakan, operasi tangkap tangan (OTT) dalam kasus ini merupakan hasil temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Budi mengatakan, Miki tetap diproses hukum meski istrinya bekerja di KPK. Lembaga Antirasuah memastikan tidak ada yang kebal hukum.
Asep menjelaskan, tiga rekening itu dijadikan nominee untuk menyamarkan aliran dana. Salah satu pemilik tabungan merupakan saudara Irvian.
KPK akan melakukan penelusuran aset untuk mencari barang yang diduga berkaitan dengan perkara, dan masih disembunyikan.
Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan periode 2024-2025, Immanuel Ebenezer Gerungan atau Noel Ebenezer, menjalani sidang perdana perkara dugaan pemerasan pengurusan sertifikat K3.
Noel akan mendengarkan dakwaan dari jaksa dalam kasus ini. Persidangan digelar terbuka untuk umum di Ruang Soebekti 2.
Perlawanan tersangka merupakan langkah formil dalam penanganan perkara.
KPK belum siap membawa kasus pemerasan terkait penerbitan izin keselamatan dan kesehatan kerja (K3) ke persidangan.
Pada rapat pleno tersebut, Agustin Lumban Gaol ditetapkan sebagai Sekjen DPP Prabowo Mania 08 menggantikan Gojali.
KPK Pindahkan 32 Kendaraan Sitaan Kasus Korupsi Eks Wamenaker Immanuel Ebenezer ke Rupbasan KPK
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved