Rabu 02 November 2016, 06:12 WIB

Direktur Pelindo Diduga Pungli Rp10 Miliar

Administrator | Politik dan Hukum
Direktur Pelindo Diduga Pungli Rp10 Miliar

Direktur Operasi dan Pengembangan Bisnis PT Pelindo III Surabaya Rahmat Satria -- MI/Immanuel Antonius

 

SATUAN Tugas Sapu Bersih Pu­ngutan Liar (Satgas Saber Pungli) Mabes Polri dan Satgas Dwelling Time Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menangkap Direktur Operasi dan Pengembangan Bisnis PT Pelindo III Surabaya Rahmat Satria, kemarin.

ahmat diduga terlibat dalam kasus pungutan liar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Dalam operasi itu, petugas menyita uang Rp600 juta dari laci meja kerja Rahmat berikut sejumlah dokumen.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Pe­rak Surabaya AKB Takdir Mattanete mengatakan penangkapan tersebut merupakan pengembangan dari operasi tangkap tangan (OTT) dalam kasus dugaan pungutan liar di Terminal Peti Kemas Surabaya pekan lalu.

Empat orang ditangkap dalam OTT tersebut, termasuk Direktur PT Akara Multi Karya berinisial AH. Mereka ditangkap karena ada laporan importir yang menjadi korban pungutan liar sejak 2014.

“Jadi, ini awalnya merupakan pengembangan dwelling time beberapa waktu lalu, kenapa begitu lama. Setelah diteliti, ternyata memang ada permainan,” kata Takdir di Surabaya, kemarin.

Takdir menjelaskan AH ditangkap saat meminta pungutan kepada para importir. AH mengaku Rahmat ikut menikmati hasil pungli tersebut.

Satgas lalu menggeledah ruangan Rahmat sekitar pukul 13.00 WIB dan mengamankan sejumlah barang bukti. “Totalnya Rp10 miliar dari kasus ini yang sekarang diamankan satgas. Ini semua hasil pungli tersangka di wilayah Pelindo,” kata Takdir.

“Tersangka bekerja sama dengan AH itu. Setiap kontainer yang keluar tidak diperiksa seluruhnya. Yang lolos harus membayar Rp500 ribu hingga Rp2 juta,” tambahnya.

Kepala Humas PT Pelindo III Edi Priyanto mengatakan Pelindo III menghargai proses penyidikan oleh kepolisian. “Karena ini sedang ditangani yang berwajib, kami akan mengikuti proses hukum yang berlaku. Perusahaan akan mendam­pingi beliau sesuai dengan ketentuan perusahaan tentang pendampingan hukum,” kata Edi.

Satgas Saber Pungli dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2016 dan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Nomor 78 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar.

Tugas satgas ialah melaksanakan pemberantasan pungli secara efektif dan efisien dengan mengoptimalkan pemanfaatan personel, satuan kerja, dan sarana prasarana, baik di pemerintah pusat, kementerian/lembaga, maupun pemerintah daerah. (FL/Ant/X-11)

Baca Juga

MI/MOHAMAD IRFAN

NasDem Tegur Hillary Brigitta Lasut yang Minta Pengalawan TNI

👤Putra Ananda 🕔Kamis 02 Desember 2021, 21:53 WIB
NasDem tak pernah menginstruksikan kader yang menjadi anggota dewan mengajukan permintaan ajudan kepada...
MI/M. Irfan

Jaksa Eksekusi Uang Penganti Korupsi IM2 Sebesar Rp1,3 Triliun 

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 02 Desember 2021, 19:52 WIB
Gedung IM2 di tanah seluas 24.440 meter persegi yang terletak di Ragunan, Jakarta Selatan menjadi salah satu aset yang...
Ilustrasi

Buron Korupsi Mesin Genset yang Rugikan Negara Rp21 Miliar Ditangkap 

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 02 Desember 2021, 19:35 WIB
im Kejaksaan menangkap Mochtar pada Kamis (2/12) sekira pukul 14.00 WIB di kawasan Menteng, Jakarta...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya