Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
EKONOM dan Rektor Universitas Prasetiya Mulya Djisman S Simandjuntak berpendapat seorang calon baik capres-cawapres maupun wakil rakyat yang akan dipilih pada Pemilu 2024 bisa terungkap sinyal kepribadiannya dari bahasa-bahasa yang mereka ungkapkan dalam sebuah kampanye Pemilu.
Menurut Djisman, bahasa ialah pembeda utama antara manusia dan hewan. “Kita bisa menggunakan bahasa untuk menyembunyikan niat, mengungkapkan rasa murka, belas kasih, kagum, berandai-andai, dan lain-lain," ujar Djisman pada diskusi publik bertema Bahasa dan kampanye Pemilu yang digelar Universitas Prasetiya Mulya dan Institut Kesenian Jakarta (IKJ), di Jakarta, Kamis (9/11).
Baca juga: Kampanye Adalah: Metode, Tujuan, dan Cara Melakukan
Ikut hadir, sejumlah pemerhati bahasa antara lain Sastrawan dan Rektor IKJ 2016-2020 Seno Gumira Ajidarma, Dosen Desain Komunikasi Visual IKJ Iwan Gunawan, Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Indonesia (UI) Prof Zeffry Alkatiri, dan Guru Besar Ilmu Marketing Universitas Prasetiya Mulya Prof Agus W Soehadi.
Djisman berpendapat umumnya kita sering terpengaruh dari bahasa yang dipakai seseorang. Seperti ketika zaman kolonial dulu, kalau Presiden Soekarno akan berpidato, banyak orang berbondong-bondong berkumpul, termasuk yang tidak dapat langsung mendengar bergegas mendekati radio dan dengan seksama mendengarkan.
Dari pidato itu, banyak orang bersemangat, bergairah memperjuangkan kemerdekaan. Maka, Djisman mengajak agar para pendengar dalam kampanye memperhatikan gaya bahasa yang dipergunakan capres-cawapres dan calon anggota legislatif (caleg) agar menemukan sesuatu yang berharga dari perbedaan-perbedaan mereka, demi bisa mendapatkan pertimbangan yang baik saat akan memilih mereka dalam Pemilu 2024 nanti.
Baca juga: Efektivitas Iklan Politik Capres di Media Massa
Sastrawan Seno Gumira Ajidarma menyampaikan masyarakat perlu kritis dalam membaca, mendengar, dan menyaksikan sebuah kampanye di media.
Menurut Seno, yang penting untuk disadari masyarakat dalam memahami sebuah kampanye pemilu adalah literasi bahwa apapun yang dilihat dan didengar dalam kampanye pemilu umumnya diterima melalui media.
Seno melanjutkan umumnya bahasa kampanye itu dapat dianalisa bila kita bersikap kritis. Kampanye baik dan buruk bisa dianalisis. Ada kampanye yang disajikan dengan gaya bahasa eufemisme atau menyerang secara halus.
“Itu boleh-boleh saja. Namun, terpenting bagi kita adalah membentengi diri dengan sikap kritis. Yang pertama yakni menyadari bahwa (berita dan isi kampanye) adalah konstruksi. Konstruksi bisa baik, bisa buruk."
"Dengan sikap kritis dan pengamatan seperti itu, dapat terhindar dari informasi-informasi tidak benar dan nyata sehingga kita tak mudah jadi korban kampanye yang buruk," pungkas Seno.
Baca juga: KPU Larang Peserta Pemilu Kampanye Pemilu 2024 di SMA
Guru Besar Ilmu Sejarah UI Prof Zeffry Alkatiri menambahkan akademisi turut berperan dalam hal kampanye pemilu yakni menyadarkan masyarakat bahwa semua yang dilakukan dalam kampanye adalah perebutan ruang-ruang framing.
"Tugas akademisi semestinya mengedukasi masyarakat mengenai apa yang sesungguhnya terjadi dalam proses kampanye dan apa yang umumnya dibuat tim kampanye calon tertentu guna menciptakan framing-framing atau dulu dikenal sebagai propaganda yang bakal disampaikan kepada masyarakat," tutup Zeffry. (RO/S-2)
inDrive berupaya menjawab tantangan lonjakan permintaan penumpang di Bandung yang belum sepenuhnya diimbangi ketersediaan armada,
Kampanye #PlayMyWay dilakukan sepanjang 2025 dengan berbagai aktivitas yang merangkul berbagai pihak untuk menghadirkan pengalaman autentik.
Revisi UU Pemilu, pergeseran fokus dari sanksi pidana ke sanksi administratif yang dinilai lebih memberikan efek jera kepada peserta pemilu.
Kampanye di era digital menuntut kreativitas, komunikasi yang lebih terbuka, serta kemampuan membaca karakter pemilih.
BLP Beauty, merek kecantikan lokal yang didirikan oleh Lizzie Parra, bekerja sama dengan Du Anyam, sebuah kewirausahaan sosial yang berfokus pada pemberdayaan perempuan
WARGA Jakarta dikejutkan oleh pemandangan tidak biasa pada Jumat, (18/7). Tiga unit mobil sport supercar dengan desain visual mencolok, bersama tiga truk LED bergaya futuristik,
Berdasarkan data komparatif internasional, sistem campuran justru berisiko menimbulkan ketimpangan antara perolehan suara dan kursi di parlemen.
WACANA penerapan sistem pemungutan suara elektronik atau e-voting dalam pemilu nasional dinilai tidak bisa dipandang sekadar sebagai persoalan teknologi.
Pemerintah tengah mengkaji penerapan elektronik voting atau e-voting dalam pemilu. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan penerapannya tidak bisa tergesa-gesa.
Secara konstitusional, baik pemilihan langsung maupun melalui DPRD sama-sama dikategorikan sebagai proses yang demokratis.
Kodifikasi ini bertujuan menyatukan beberapa undang-undang yang selama ini terpisah menjadi satu payung hukum yang utuh.
Mada menjelaskan, musyawarah/mufakat hanya bermakna demokratis apabila memenuhi syarat deliberasi, yakni adanya pertukaran gagasan secara setara dan terbuka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved