Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Brigjen Sabrar Fadhillah mengatakan, helikopter jenis Bell 205 nomor penerbangan HA-5073 milik skuadron II/Serbu Pusat Penerbangan TNI AD dinyatakan laik Terbang.
Pesawat tersebut diketahui buatan Amerika tahun 1976. Bahkan, pilot Kapten CPN Titus Benediktus Sinaga juga tidak mengeluhkan kondisi helikopter.
"Kondisi helikopter ini sebelum terbang dinyatakan laik dan dalam kondisi bagus," tutur dia.
Karenanya, Ia tidak ingin menduga-duga penyebab jatuhnya pesawat. Semua pihak diminta tetap tenang dan sabar menanti hasil penyelidikan tim investigasi.
Helikopter jenis Bell 205 nomor penerbangan HA-5073 milik Skuadron II/Serbu Pusat Penerbangan TNI AD jatuh pada pukul 15.14 WIB di Desa Kuwang, Taman Martani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Heli jatuh menimpa dua rumah.
Heli berangkat dari Bandara Adi Sumarmo, Solo, Jawa Tengah, menuju Bandara Adisutijpto, Yogyakarta. Heli diawaki lima orang, yakni Kapten Cpn Titus Benediktus Sinaga (Penerbang I); Letda Cpn Angga Juang (Penerbang II); Serka Rohmad (TI); Serda Sirait (AV); dan Kopda Sukoco (Mekanik). Dilaporkan tiga orang tewas, yakni dua pengawak (Letda Cpn Angga Juang dan Serda Sirait) dan satu warga Sipil, Fransisca Agustin.
Kronologi kecelakaan, heli berangkat pukul 15.00 WIB dari Bandara Adi Sumarmo, Solo. Saat di atas ketinggian 1.500 kaki, pada pukul 15.10 WIB, penerbang memberi tahu ke otoritas di Yogyakarta dan diperkirakan tiba pukul 15.19 WIB. Namun, pada pukul 15.14, heli jatuh di Desa Kuwang, Taman Martani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. (MTVN/H-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved