Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
Sebuah Helikopter nomor penerbangan HA-5073 milik Penerbangan TNI AD (Penerbad) jatuh di Dusun Kowang RT 01/01 Desa Taman Martani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Helikopter tersebut jatuh sekitar pukul 15.00 WIB di sekitar rumah penduduk.
Kepala Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas), F Henry Bambang Sulistyo membenarkan hal tersebut. Dia bilang tim gabungan TNI AD, TNI AU dan Basarnas sedang mengevakuasi korban di lokasi kejadian.
"Sedang evakuasi di lapangan atas kendali TNI," kata Sulistyo dalam program Breaking News, Metro Tv, Jumat (8/7).
Sulistyo menerangkan sejauh ini informasi yang di dapat dari lapangan ada enam penumpang di dalam helikopter tersebut. Enam penumpang tersebut menjadi korban dengan tiga meninggal dunia.
"Bukan kami seharusnya yang bicara, tapi tiga meninggal dunia dan tiga lagi luka-luka," ujar dia.
Adapun kontribusi Basarnas adalah menurunkan 13 personel dari Tim Basarnas Yogyakarta. Dia menekankan tidak ada kendala dalam proses evakuasi pesawat tersebut. "Gampang diakses tempatnya. Saya pikir tidak ada kendala," terang dia.
Heli jatuh menimpa dua rumah, yakni rumah milik Heru Purwanto, 58, pegawai Pertamina dan rumah Parno, 45. Heli ditumpangi lima orang. Dua orang dikabarkan meninggal dan tiga terluka. Korban dibawa ke RS Bhayangkara Polda DIY.
Adapun identitas pengawak heli antara lain Kapten Cpn Titus Benediktus Sinaga (Penerbang I); Letda Cpn Angga Juang (Penerbang II); Serka Rohmad (TI); Serda Sirait (AV); dan Kopda Sukoco (Mekanik). Belum diketahui penyebab kecelakaan. (MTVN/H-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved