Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
BERANGKAT dari kegelisahan dalam melihat kehidupan berbangsa dan bernegara yang saat ini cenderung terpolarisasi dan lebih mengedepankan perbedaan ketimbang usaha dalam mencari persamaan.
Karena itu, sudah seharusnya hal ini menjadi pekerjaan besar bersama di rumah besar yang bernama Indonesia.
Kerja besar ini yang kemudian menjadi landasan awal berdirinya Partai Pelita. Dengan semangat titik api yang memercik di seantero Nusantara, Partai Pelita hadir untuk dapat mengakomodir perbedaan golongan, generasi, daerah, suku dan keyakinan yang ada, serta menjadi harapan bagi rakyat, menuju Indonesia yang adil dan makmur.
Partai politik yang telah mengantongi Surat Keputusan (SK) Pengesahan Badan Hukum dari Kementerian Hukum dan HAM pada pekan ini, dinakhodai oleh Beni Pramula selaku Ketua Umum Partai Pelita.
Baca juga : Penundaan Pemilu Hambat Regenerasi Kepemimpinan
Anak muda kelahiran tahun 1988 ini adalah seorang organisatoris, aktivis dan tokoh kepemudaan yang pernah menjabat sebagai Presiden Pemuda Asia-Afrika hingga tahun 2020 lalu..
Ia juga memiliki catatan perjuangan aktivisme bersama dengan Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, di mana Beni sempat menjadi Ketua Umum pada periode 2014-2016 silam.
Selain bersama dengan Muhammadiyah, Beni juga aktif di berbagai organisasi seperti OIC (Organization of Islamic Cooperation) Youth dan KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia).
Sebagai intelektual muda, Beni telah menuangkan gagasan dan fikirannya lewat beberapa buku. Beberapa karyanya yang telah terbit diantaranya, Merebut Momentum Meretas Zaman
Menduniakan Gerakan (2014), Ironi Negeri kepulauan (2015), serta Mengukir Sejarah Merawat Peradaban (2016).
Pada tahun 2016 pula, Beni sempat dinobatkan sebagai tokoh inspiratif Sumatera Selatan oleh Lembaga Lintas Politika berkat sejumlah prestasinya yang menginspirasi.
Sebagai wujud dialog lintas generasi, Partai Pelita juga digawangi oleh tokoh-tokoh nasional,di antaranya adalah Prof. Dr. M. Din Syamsuddin selaku Ketua Majelis Permusyawaratan Partai (MPP) Pelita.
“Perjalanan sejarah pencapaian cita-cita kemerdekaan hingga saat ini belum secara sempurna mewujudkan keadilan dan kemakmuran rakyat," jelasnya.
Untuk itu masih diperlukan kerja keras dari segenap elemen dan komponen bangsa untuk berpegang teguh pada nilai-nilai kebenaran, kejujuran, keadilan, dan kesejahteraan, dalam suatu wawasan persatuan dan kebersamaan yang berkeadilan,” ujar Beni.
Atas dasar itu, Partai Pelita hadir dengan visi sebagai kekuatan politik pemersatu bangsa untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Beni juga menambahkan bahwa visi tersebut akan diperkuat dengan misi Partai untuk menggalang persatuan dan kesatuan bangsa, memfungsikan agama sebagai kekuatan penggerak pembangunan bangsa, meningkatkan kecerdasan politik rakyat, menegakkan demokrasi Pancasila secara murni dan konsekuen, serta mendorong peran kaum muda dan perempuanuntuk kemajuan bangsa.
“Kami menyadari, bahwa untuk mempercepat pencapaian cita-cita luhur para pendiri bangsa, perlu ada terobosan dalam segala bidang, mengedepankan kreativitas dan inovasi, serta mampu beradaptasi dengan kondisi terkini," jelasnya.
"Untuk itu Partai Pelita akanmengedepankan peran kaum muda sebagai motor penggerak, menuju perubahan untuk seluruh elemenbangsa. Pelita adalah partai anak muda,” tegas Beni.
Meski langkah perjuangan dalam mengejawantahkan gagasan perubahan ini telah ditempuh jauh hari sebelumnya, sebagai simbol titik baru perjuangan yang lebih konkret,
Partai Pelita akan mendeklarasikan secara terbuka keberadaannya sebagai partai nasionalis religius yang inklusif.
“Partai Pelita menyatakan siap untuk berlaga pada pesta demokrasi 2024 mendatang. Bersama ini juga, kami sekaligus mengajak keterlibatan aktif dari seluruh komponen bangsa untuk menyongsong perubahan bersama Partai Pelita,” tutup Beni. (RO/OL-09)
Generasi muda perlu ruang untuk kembali merumuskan harapan dan arah masa depan.
Generasi muda, termasuk yang tergabung dalam Karang Taruna, didorong untuk terus terlibat dalam memperkuat sektor ekraf.
Beberapa pemuda terlihat mengacungkan balok dan menghantamkan benda tersebut ke arah mobil yang melintas
PUTUSAN Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 135/PUU-XX/Tahun 2025 yang memisahkan pemilu nasional dan pemilu lokal dinilai berpotensi mengubah peta demokrasi Indonesia secara drastis.
Guru Besar UNJ, Abdul Haris Fatgehipon, menegaskan perlunya rekonstruksi gerakan kebangsaan dengan menempatkan pemuda sebagai aktor utama.
Prabowo mengajak para pemuda dan pemudi di seluruh tanah air dalam momen Hari Sumpah Pemuda untuk meneladani semangat persatuan yang telah diwariskan oleh para pendahulu bangsa
Ingin melancong ke Uni Emirat Arab? Ini 7 destinasi yang cocok bagi Gen Z dan Milenial yang ingin berkunjung ke Dubai.
Wisatawan Indonesia terus menunjukkan antusiasme untuk bepergian, akan tetapi setiap generasi memiliki cara berwisata dan mencari pengalaman baru yang berbeda.
Remaja masa kini sulit lepas dari ponsel, bahkan di pesta ulang tahun. Simak ide pesta nostalgia tanpa layar yang bisa membuat mereka kembali menikmati kebersamaan.
Riset ini mengungkap perbedaan mencolok dalam cara Gen X dan Millennial mengelola pendidikan, kesejahteraan emosional, pengeluaran, dan waktu bersama keluarga.
Banyak anak muda memilih menggunakan uang untuk hal-hal yang dirasa dapat membuat mereka melupakan tekanan hidup, misalnya dengan belanja online.
Tren pembelian rumah tapak di kawasan Tangerang, khususnya Karawaci, semakin diminati, terutama oleh generasi milenial dan pasangan muda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved