Minggu 05 Desember 2021, 11:16 WIB

Peletakan Batu Pertama GKI Yasmin Bogor Wujud Kemenangan Toleransi

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Peletakan Batu Pertama GKI Yasmin Bogor Wujud Kemenangan Toleransi

MI/Tri Subarkah
Ibadah Natal jemaat GKI Yasmin, Bogor dan HKBP Filadelfia, Bekasi, di silang Monas, 2019 lalu.

 

PELETAKAN batu pertama pembangunan GKI Yasmin Bogor, hari ini, Minggu (5/12) patut dirayakan sebagai wujud kemenangan toleransi sebagai karakter bangsa Indonesia. 

"Hal ini sekaligus kebanggan bagi kita semua, bahwa kita akhirnya mampu menyelesaikan persoalan yang terbilang rumit," ujar Deputi V KSP Jaleswawi Pramodhawardani dalam pernyataan resmi yang diterima Media Indonesia.

Menurut Jaleswawi, selama kurang lebih 16 tahun, sejak 2006, persoalan GKI Yasmin Bogor menyita energi dan memicu ketegangan sosial. 

Baca juga: PUPR Genjot PSU di Proyek Rumah Subsidi Vista Land

"Persoalan ini juga senantiasa menjadi catatan lembaga-lembaga pemantau kebebasan beragama dan berkeyakinan, baik dari dalam maupun luar negeri. Laporan dari Lembaga-lembaga itu selalu menunjuk persoalan GKI Yasmin Bogor sebagai penanda pelanggaran HAM, terutama terkait hak kebebasan beragama dan berkeyakinan. Kasus ini juga selalu tengarai sebagai bentuk menguatnya intoleransi," paparnya. 

Penyelesaian kasus GKI Yasmin menunjukkan pemerintah mempunyai komitmen yang kuat untuk menyelesaikan berbagai persoalan akibat dari konflik keagamaan. 

"Kita patut bersyukur, masalah ini akhirnya bisa selesai dengan tuntas, meski melalui jalan panjang yang berliku. Hal ini sekaligus menjadi pembelajaran bagi kita semua, merawat toleransi bukanlah hal yang mudah. Lebih sulit lagi melakukan reparasi sosial sebagai residu dari konflik keagamaan. Karena itu, jangan pernah memberikan ruang munculnya gerakan intoleran yang akan merusak sendi-sendi kehidupan bangsa," tegas Jaleswawi.

Jaleswawi menambahkan, KSP memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang terlibat dalam proses penyelesaian masalah GKI Yasmin, baik yang terlibat langsung maupun tidak langsung. 

"Wali Kota Bogor Bima Arya perlu diapresiasi secara khusus karena dialah yang melakukan orkestrasi seluruh proses penyelesaian ini. Tokoh-tokoh lintas agama di Bogor juga perlu diapresiasi karena berusaha keras untuk menjaga ruang social yang kondusif sehingga memudahkan proses penyelesaian," ungkap Jaleswawi.

"Kita perlu belajar, jangan sampai peristiwa seperti GKI Yasmin ini terulang kembali. Jangan ciderai toleransi dengan tindakan-tindakan tidak terpuji yang akan menyulitkan kita semua," pungkasnya. (RO/OL-1)

Baca Juga

DOK MI

Jubir Sosialisasi KUHP: Pasal Perzinaan Tak Akan Pengaruhi Sektor Pariwisata Dan Investasi

👤Widhoroso 🕔Jumat 09 Desember 2022, 21:34 WIB
PASAL perzinaan dalam KUHP yang baru dipastikan tidak akan berdampak negatif terhadap sektor pariwisata dan investasi di...
MI/ADAM DWI

Penjagaan TNI di MA Bukan Menghalangi KPK, Tetapi Mencegah 'Markus'

👤Mediaindonesia 🕔Jumat 09 Desember 2022, 21:32 WIB
Pengetatan masuk ke MA juga untuk mengantisipasi adanya upaya makelar kasus (markus) yang mencoba memengaruhi...
ANTARA/Muhammad Zulfikar

Seandainya MA Bisa Menyadap, Wakil Ketua: Hakim Nakal Bersih dalam Setahun

👤Mediaindonesia 🕔Jumat 09 Desember 2022, 21:25 WIB
MA menyakini bisa membersihkan para aparatur yang bermasalah dalam waktu 1 tahun apabila punya kewenangan penyadapan layaknya Komisi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya