Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

TNI Waspadai Gerakan Radikalisme

Golda Eksa
18/4/2016 13:34
TNI Waspadai Gerakan Radikalisme
(Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo -- ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

PANGLIMA TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengimbau kepada seluruh prajurit dan PNS di lingkup TNI untuk mewaspadai aliran yang mengarah pada radikalisme serta terorisme. Penekanan itu disampaikan terkait maraknya berbagai kegiatan kelompok ideologi radikal disejumlah wilayah.

"Munculnya atribut-atribut palu arit, bisa di sepatu, kaos, baju, spanduk, atau lainnya, merupakan indikasi bertebarannya ideologi radikal yang patut diwaspadai," ujar Gatot melalui siaran pers, Senin (18/4).

Ia menambahkan, kemasan pagelaran kesenian bernuansa komunis dan sejenisnya juga termsuk salah satu wujud nyata gerakan ideologi radikal yang harus dicermat oleh seluruh prajurit.

Sementara aksi terorisme, sambung dia, tetap diwaspadai karena cenderung masih melakukan gerakan yang tersembunyi atau terbuka. Persoalan terorisme di Indonesia dianggap sebagai sebuah ancaman yang masih terkendali dan terjadi secara sporadis.

Meski demikian, ancaman sekecil apapun yang dilakukan kelompok separatis tersebut tetap tidak bisa diabaian. Terorisme adalah gangguan terhadap rasa aman masyarakat serta dapat menghambat proses pembangunan nasional. Gatot berharap semua komponen bangsa memiliki kepekaan, kepedulian, waspada, dan fokus terhadap upaya pencegahan maupun penanggulangan terorisme.

"Aparat intelijen mencatat adanya rekrutmen kelompok teroris yang menamakan diri ISIS, juga perlu diwaspadai. Bangsa Indonesia termasuk TNI telah menyatakan ISIS tidak boleh hidup di Indonesia," katanya.

Di sisi lain, imbuh dia, prajurit pun wajib berperan aktif dalam memerangi kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Pasalnya, TNI adalah lembaga yang paling dipercaya publik, namun rusak akibat ulah sejumlah oknum yang terlibat perkara narkoba.

"Pemerintah dengan tegas mengambil kebijakan ini (perang terhadap narkoba). Karenanya itu, sungguh sangat hina dan tercela apabila prajurit dan PNS TNI dan atau keluarganya terlibat dalam persoalan narkoba,” pungkasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya