Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA DPD RI GKR Hemas memyampaikan, belakangan ini, kita memang banyak berhadapan dengan masalah intoleransi dan radikalisme.
"Inilah perlunya kami sebagai Senator untuk terus menyosialisasikan Pancasila," kata dia dalam Sambutan Sosialisasi Pancasila di Kantor DPR RI DIY, Rabu (17/3).
Di Yogyakarta, lanjut dia, semangat Pancasila dan semangat persatuan dan kesatuan terwujud dalam rasa tepo seliro, budaya toleransi, sopan santun, mikul dhuwur mendhem jero, dan berbagai ajaran lain. Semua ajaran ini sudah ada sejak zaman nenek moyang sejak sebelum Indonesia Merdeka.
Baca juga: Golkar Institute Siap Buat Kebijakan Partai Berbasis Sains
Dalam menghadapi masalah intoleransi dan radikalisme, terang GKR Hemas, hendaknya kita berpegang kepada tiga hal.
"Pertama, jangan pernah keluar dari Budaya Adhiluhung Jogja," pesan dia.
Menurut dia, banyak budaya baru yang datang, baik dari Amerika, maupun dari Timur Tengah. Kita pun tidak perlu memperlakukan mereka dengan cara yang buruk, jangan ikut menjadi kasar atau tidak sopan. Segala tindakan kita harus berdasarkan sifat luhur, budaya, dan kearifan Jogja.
"Kedua, utamakan pendekatan persuasif, ajak mereka untuk berdiskusi," terang dia.
Menurut Hemas, semua manusia memiliki hambatan psikologis karena kepercayaannya masing-masing. Bila kita memberikan penjelasan secara masuk akal dan sopan, mereka akan mengerti. Banyak orang yang terpapar radikalisme sebenarnya merupakan orang yang baik, hanya saja belajar kepada guru yang salah.
"Ketiga, jalur hukum selalu terbuka," lanjut dia.
Aparat kepolisian tentu dengan senang hati membantu mengatasi masalah radikalisme. Demikian juga petugas dari kejaksaan akan segera memproses semua orang yang hendak melawan hukum.
"Tindakan intoleran dan radikal adalah tindakan yang melawan hukum, jadi akan sangat mudah memprosesnya di pengadilan," ucap Hemas.
Hemas pun mengajak masyarakat agar membiarkan umat beragama dan beribadah dengan baik, dapat menjalankan keyakinannya dengan tenang tanpa terganggu oleh kelompok intoleran dan radikal yang selalu merasa benar sendiri. (OL-1)
Simak 11 butir sila kelima Pancasila dan contoh pengamalan nyata dalam kehidupan sehari-hari, ekonomi, dan dunia digital di tahun 2026.
Pelajari 10 butir sila keempat Pancasila beserta contoh pengamalannya di lingkungan sekolah, rumah, dan masyarakat secara lengkap dan terbaru.
Pelajari 7 butir Sila Ketiga Pancasila sesuai TAP MPR No. I/MPR/2003 serta contoh pengamalan nyata untuk menjaga persatuan Indonesia di tahun 2026.
Pahami 10 butir Sila Kedua Pancasila sesuai TAP MPR No. I/MPR/2003 dan cara mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari serta dunia digital tahun 2026.
Pelajari 7 butir Sila Pertama Pancasila sesuai TAP MPR No. I/MPR/2003 serta contoh pengamalan nyata dalam kehidupan sehari-hari dan dunia digital.
BPIP bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Indonesia (P3SI) menyelenggarakan Seminar Nasional Sejarah Pancasila
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved