Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Dua Penerjun Paskhas Gugur saat Latihan

Gol/Ad
08/4/2016 08:30
Dua Penerjun Paskhas Gugur saat Latihan
(ANTARA/YOSSY WIDYA)

DUA penerjun dari Detasemen Matra 1 Pasukan Khas (Paskhas) TNI Angkatan Udara meninggal dunia saat mengikuti sesi geladi bersih jelang HUT ke-70 TNI-AU di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, kemarin.

Musibah yang terjadi pukul 09.00 WIB itu menimpa Kopda Beny Priandi dan Pratu Supranoto yang sedang melakukan atraksi free fall bersama ratusan penerjun dari ketinggian 10 ribu kaki menggunakan pesawat Hercules C-130.

Hempasan angin kencang diduga menjadi penyebab parasut yang digunakan korban tidak bisa mengembang maksimal.

Akibatnya, lokasi pendaratan kedua prajurit itu keluar dari jalur atau tidak sempurna.

Kopda Beny diketahui mendarat di sisi selatan base off Landasan Udara Halim Perdanakusuma dalam kondisi tidak sadarkan diri setelah membentur aspal.

Terdapat sejumlah luka serius di tubuh korban serta pendarahan di bagian hidung, sedangkan Pratu Supranoto mendarat di atas rumah Kompleks Perumahan TNI-AU, Jalan Rajawali Nomor 17, Jakarta Timur. Kedua korban sempat dirawat di UGD RS Esnawan Antaraksa.

Namun, nyawa mereka tidak bisa tertolong.

"(Korban) yang satu impact saat mendarat ada angin gede dan sepertinya berusaha menarik (tali parasut), tapi tidak bisa. Yang satu lagi jatuh di perumahan," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI-AU Marsekal Pertama Dwi Badarmanto.

Menurut dia, parade defile terjun payung merupakan salah satu rangkaian acara HUT ke-70 TNI-AU pada Sabtu (9/4).

Selain itu, ada pula berbagai atraksi lain, seperti flypass composite strike pesawat tempur, flypass simulasi serangan udara langsung, display Jupiter Aerobatic Team (JAT), bom burst, high speed, dan penarikan banner.

Acara yang menurut rencana akan disaksikan Presiden Joko Widodo itu menampilkan aksi akrobatik 16 jet tempur, seperti F-16, Sukhoi SU-27/30, Hawk 100/200, dan T-50i.

Ada pula suguhan 16 pesawat latih Grob G-120 TP yang akan membentuk angka 70.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menyatakan telah menerima laporan awal dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terklait insiden tabrakan pesawat Batik Air dan Trans Nusa di Bandara Halim Perdanakusuma, Senin (4/4) lalu.

"KNKT hari ini mengirim laporan awal. Pembekuan sementara dicabut." (Gol/Adi/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya