Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKI isu perombakan kabinet terus berembus, sejumlah menteri mengaku tidak ambil pusing.
Saat ditemui di Gedung Utama Kementerian Sekretariat Negara, kemarin, mereka menjawab dengan santai isu reshuffle yang ditanyakan awak media.
"Saya tidak pernah memikirkan reshuffle. Kita semua bekerja dan Presiden menginstruksikan seluruh menterinya untuk bekerja, bekerja, dan bekerja. Reshuffle itu sepenuhnya kewenangan presiden," ujar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dengan santai.
Hal serupa juga disampaikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar.
Ia pun mengaku tidak terganggu akan pemberitaan di media massa perihal adanya isu reshuffle kabinet jilid II.
"Yang terganggu siapa? Kita masih kerja sedemikian rupa begini. Itu partai yang berbicara seperti itu. Saya sudah tidak aktif dalam kepengurusan," ujar Marwan.
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu juga mengaku tidak ambil pusing dengan embusan isu pergantian kabinet.
"Kita sih kerja, kerja, kerja, tidak merasa terganggu. Ya, tidak apa kalau diganti, dulu saya tidak jadi Panglima TNI saja saya tak apa kok," ujarnya.
Namun, ada pembantu presiden yang enggan berkomentar.
Menpan dan Rebiro Yuddy Chrisnandi, seusai sidang kabinet paripurna, langsung berjalan cepat menuju mobilnya.
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti hanya menjawab tidak tahu-menahu.
Secara terpisah, Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi mengatakan reshuffle kabinet, kalaupun jadi dilakukan, itu sudah didiskusikan Presiden Joko Widodo dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
"Kalau ada reshuffle, ini kan belum tentu, pasti sudah didiskusikan dengan Wapres. Karena saya bukan orang dekat Istana, jadi saya tidak tahu. Saya memang berada di kantor, tapi bukan berarti saya orang dekat Istana," jawab Johan diplomatis.
Sementara itu, Ketua DPP PAN Yandri Susanto mengatakan partainya tidak pernah meminta jatah kursi dalam kabinet.
Ia menegaskan reshuffle merupakan domain Presiden.
"Siapa pun yang bicara soal PAN, kita hormati. PAN tidak geer atau mengiakan," katanya di ruang Fraksi PAN Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, kemarin. (Nov/Ind/P-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved