Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBERANGKATAN anggota DPRD DKI Wahyu Dewanto Suripman dan keluarga ke Australia dikatakan sudah atas sepengetahuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-Rebiro) Yuddy Chrisnandi.
Akan tetapi, soal restu Yuddy bagi permintaan akomodasi dalam katebelece yang ditulis Sekretaris KeMenpan-Rebiro Dwi Wahyu Atmaji masih simpang siur.
Menurut Sekretaris Pribadi Menpan-Rebiro Reza Fahlevi, sebut Dwi Wahyu, permintaan itu sudah sepengetahuan Menpan-Rebiro.
"Dia (Reza) bilangnya itu kata Wahyu, (bahwa) dia (Wahyu) sudah bilang ke Menteri," ungkap Dwi Wahyu di Kantor Kemenpan-Rebiro, Jakarta, kemarin.
Dwi Wahyu mengakui pihaknya berkontribusi membuat kesalahan, yakni tidak langsung mengecek permintaan itu langsung ke Menteri Yuddy.
Permintaan pembuatan surat itu sendiri datang dari Reza, Selasa (29/3) malam, saat ia baru kembali dari kantor.
Keesokan harinya barulah ia mengonfirmasikan langsung ke Yuddy perihal surat itu.
Menteri Yuddy, masih kata Dwi Wahyu, mengatakan kepadanya untuk tidak meloloskan surat itu.
Wahyu dianggap masih mampu menyediakan sendiri akomodasinya.
Sesmen kemudian mengatakan kepada anak buahnya untuk membatalkan pengiriman surat.
Sialnya, tambah Dwi Wahyu, staf Sesmen telanjur mengirimkannya via surat elektronik meski surat fisiknya belum terkirim.
Kasus itu langsung diinvestigasi pihak Inspektorat Kemenpan-Rebiro.
"Teguran lisan sudah ke saya. Reza juga sudah. Menteri perintahkan inspektur lakukan klarifikasi lebih akurat. Setelah itu, akan ada (sanksi) yang proper, teguran tertulis, dan lain-lain," terang Dwi.
Yuddy tidak membantah telah diberi kabar oleh Wahyu ihwal liburan Wahyu ke Australia bersama keluarga.
Namun, ia menepis komunikasi dengan Wahyu itu menyertakan restu untuk membuat surat permintaan fasilitas kepada perwakilan RI.
"Ya mau ke Australia bilang ya enggak apa-apa, itu biasa. Saya enggak tahu (kenapa) sespri saya terjemahkan seperti itu. Yang pasti saya tidak pernah perintahkan, tidak pernah membaca surat, atau ketahui gimana-gimana," kilahnya.
Yuddy pun mengaku sudah mengonfirmasikan kepada Wahyu pascakehebohan isu katabelece Kemenpan-Rebiro itu.
Wahyu, yang masih berada di Australia, mengaku kepada Yuddy bahwa ia tak menikmati fasilitas macam apa pun dari negara karena memang pihak Konjen RI belum mendapat surat resmi dari pihaknya. (Kim/X-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved