Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

PKB Minta Parpol Pendukung Pemerintah tidak Saling Menjatuhkan

Antara
05/4/2016 00:50
PKB Minta Parpol Pendukung Pemerintah tidak Saling Menjatuhkan
(ANTARA/ Dhoni Setiawan)

WAKIL Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daniel Johan mengingatkan sesama partai politik pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak saling menjatuhkan terkait rencana perombakan atau reshuffle kabinet jilid II.

"PKB percaya dan menyerahkan ikhwal reshuffle kabinet sepenuhnya kepada Presiden. Partai atau siapa pun tidak perlu menekan, mendikte, apalagi memaksa soal reshuffle kabinet ini," kata Daniel Johan di Jakarta, Senin (4/4).

Ia pun meminta agar reshuffle kabinet yang sepenuhnya hak prerogatif Presiden tidak diintervensi oleh siapa pun.

Beberapa hari ini beredar isu bahwa Presiden Jokowi akan melakukan reshuffle kabinet jilid II dalam waktu dekat. Menanggapi hal itu, Daniel mengatakan jika Presiden Jokowi melakukan perombakan kabinet, diharapankan hal itu semakin memperkuat konsolidasi politik dan kerja kabinet.

"Jangan justru menambah kekisruhan dan memperlemah konsolidasi politik yang sudah semakin baik saat ini," kata Daniel.

Anggota DPR dari Fraksi PKB ini menegaskan pula bahwa parpol juga tidak perlu bermanuver mendikte presiden.

"Apalagi, dengan menyebarkan fitnah yang bisa meruntuhkan kekompakan parpol koalisi pendukung pemerintah yang dibutuhkan untuk mewujudkan pemerintahan yang kuat," ujarnya.

Daniel mengatakan bahwa sekarang ini muncul berita fitnah secara sistematis yang tidak sesuai dengan fakta dan hanya bertujuan merebut posisi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, yang saat ini dijabat Marwan Jafar.

"Kekuatan gelap ini mencoba merebut dengan cara-cara fitnah yang kasar dan tidak terhormat," lanjut dia.

Daniel menambahkan, PKB benar-benar ingin mewujudkan pemerintahan Presiden Jokowi yang kuat dan solid sehingga seluruh target Nawacita dapat diwujudkan dengan baik dan efektif.

"Karena itu, kami meminta kepada semua pihak untuk menjaga dan menahan diri. Jangan sebarkan berita fitnah apalagi mengadu domba presiden dengan siapa pun termasuk dengan PKB," pungkas Daniel. (Ant/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya