Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PARTAI NasDem menggelar Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) serta Pengurus bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK), di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, kemarin.
Rakorsus yang dihadiri 1.157 kader dari 77 daerah itu dibuka Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh.
Dalam sambutannya, Surya mengingatkan seluruh kader untuk mempersiapkan diri menghadapi pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tahap kedua pada 15 Februari 2017 dan Pemilihan Umum 2019 mendatang.
Menurut Surya, masih banyak hal yang harus dibenahi agar NasDem bisa terus dipercaya sebagai partai pembawa perubahan dan pengusung suara rakyat.
"Kita harus berani hadapi fakta di lapangan. Ada banyak fakta yang membe-sarkan hati, tapi tidak kurang juga fakta yang mengecilkan kita. Ini adalah sebuah kondisi objektif yang harus kita hadapi dan kita cari solusinya secara bersama-sama," ujarnya.
Surya mengatakan target NasDem dalam pilkada tahun depan tidak muluk-muluk.
NasDem ingin mempertahankan raihan positif seperti pilkada serentak tahap pertama 9 Desember 2015.
Pada pilkada tersebut, dari 253 pilkada yang diikuti, NasDem berhasil mengantarkan 68 kadernya sebagai kepala daerah dan 41 kader sebagai wakil kepala daerah.
"Sama atau lebih dari hasil sebelumnya. Kalau pun terjadi depresiasi, mudah-mudahan tidak banyak. Syukur-syukur kita bisa punya 200 bupati atau kepala daerah di seluruh Indonesia," tegas Surya.
Ia menambahkan, setiap kader NasDem harus menjadi salesman yang baik bagi partai. Hal-hal yang buruk harus disimpan sebagai bahan untuk membenahi partai secara internal.
Namun, hal-hal yang baik harus dise-barluaskan untuk kepentingan publik. "Baik itu di DPW, DPD, maupun DPC, tugas kader NasDem ialah menjadi salesman yang baik untuk menggalang kepercayaan dan menampung aspirasi publik," paparnya.
Lebih jauh, Surya mengatakan tidak ada tempat di NasDem bagi orang-orang yang hanya ingin mencari keuntungan pribadi.
Kader NasDem tidak boleh terlibat politik transaksional dan kongkalikong memainkan anggaran.
"Tidak ada tempat bagi ka-der yang masuk partai hanya demi mencari upeti. Kalau ada yang seperti itu, ketahuan partai, langsung ditendang hari itu juga. NasDem ingin selalu konsisten menggunakan akal sehat dan hati nurani," ujarnya.
Surya pun kembali menegaskan bahwa NasDem ingin terus bersama rakyat dan mendukung apa pun pilihan rakyat Indonesia.
Itulah sebabnya NasDem turut mendukung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk kembali maju menjadi calon gubernur pada pilkada DKI Jakarta mendatang.
"Langkah politik yang diambil NasDem itu merupakan jawaban atas arus besar aspirasi masyarakat Jakarta," tukasnya.
Sementara itu, Ketua DPW Partai NasDem Bali Ida Bagus Oka Gunastawa mengingatkan kader NasDem yang akan maju dalam pilgub Bali tahun depan agar tidak memolitisasi isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
"Pesan saya, (kandidat) jangan mengambil keuntungan dari hal-hal yang berbau SARA. Kasihan masyarakat Bali yang sudah terbiasa hidup rukun dan damai ini." (OL/P-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved