Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Staf Presiden Moeldoko menyatakan pemerintah terus mengupayakan pengembangan vaksin covid-19 dalam negeri, bekerja sama dengan negara lain. Pemerintah tak ingin bergantung sepenuhnya atau menunggu vaksin dari luar negeri, lantaran masing-masing negara akan memprioritaskan kebutuhan nasionalnya.
"Jumlah penduduk kita yang cukup besar, kalau kita hanya bergantung dari negara lain maka kita akan ketinggalan. Karena negara-negara itu akan memprioritaskan kebutuhan dalam negeri dan komunitas regionalnya," ucap Moeldoko di Gedung Bina Graha, Jakarta, Selasa (14/7).
Baca juga : 26% Masyarakat Tahu RUU Omnibus Law, Setengahnya Setuju disahkan
Pemerintah, kata Moeldoko, telah bekerja dengan lembaga riset negara lain untuk mencari vaksin. Kolaborasi dibutuhkan untuk mempercepat upaya penemuan vaksin. Kolaborasi itu, imbuh Moeldoko, amat diperlukan agar Indonesia bisa memenuhi kebutuhan dengan cepat jika vaksin sudah ditemukan.
"Maka nanti begitu ada vaksin muncul, maka kita ada di situ. Sehingga kita juga bagian, part of untuk distribusikan," ucapnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyebut Indonesia akan bisa memproduksi vaksin mulai awal 2021. Jokowi menyebut vaksin yang dikembangkan sudah memasuki tahap uji klinis.
Saat ini sejumlah perusahaan farmasi dalam negeri seperti Bio Farma dan Kalbe Farma menjalin kerja sama dengan perusahaan farmasi luar negeri untuk mengembangkan vaksin. Bio Farma bekerja sama dengan Sinovac Biotech asal Tiongkok, sedangkan Kalbe menggandeng perusahaan Korea Selatan Genexine Inc. (P-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved