Rabu 29 April 2020, 22:42 WIB

Dua Kurir 79 Kilogram Sabu Dituntut Hukuman Mati

Dua Kurir 79 Kilogram Sabu Dituntut Hukuman Mati

Medcom
Ilustrasi

 

DUA terdakwa kurir narkotika jenis sabu seberat 79 kilogram (kg) dituntut hukuman mati dalam persidangan telekonferensi di Pengadilan Negeri Klas IA Khusus Palembang, Rabu (29/2).

Kedua terdakwa yakni Deni Santoso,48 dan Herman,51 menurut jaksa penuntut umum (JPU) telah melanggar pasal 114 (2) dan pasal 132 (1) Undang-undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

‘’Atas perbuatan kedua terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dan menuntut keduanya dihukum pidana mati,’’ kata JPU, Imam Murtadho membacakan tuntutan.

Pada persidangan yang dipimpin Hakim Ketua Erma Suhartini tersebut, keduanya didakwa tidak memiliki izin dari pihak yang berwenang dan melakukan percobaan atau permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika, menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I beratnya melebihi 5 gram.

 Atas tuntutan mati tersebut, kedua terdakwa yang didampingi penasihat hukum dari LBH RI, Nizar Taher akan membacakan pledoi atau nota pembelaan pada Selasa (6/5).

Sebelumnya kedua terdakwa kedapatan membawa 79 kilogram sabu-sabu pada 28 Oktober 2019 pukul 02.50 WIB dengan menggunakan kapal cepat di wilayah perairan Sungai Musi.

Perbuatan terdakwa berawal pada 20 September 2019 sekitar pukul 11.00 WIB, seorang bandar Yun alias Yon (DPO) menelepon terdakwa Deni Santoso menyuruhnya berangkat ke Batam dengan dalih akan diberi pekerjaan.

Pada hari yang sama sekitar pukul 13.00 WIB, Deni menemui terdakwa Herman dan menceritakan mengenai hal tersebut.

Lantas Deni dan Herman yang merupakan warga Jalan Mayzen, Kecamatan Kalidoni Kota Palembang mencari pinjaman uang untuk berangkat ke Batam, setelah mendapatkan pinjaman Deni berangkat ke Batam pada 25 September 2019 dan bertemu Yun di sebuah hotel.

Yun menawari Deni membawa sabu-sabu dengan upah sebesar Rp5 juta per kilogram, sabu yang akan dibawa tersebut seberat 3-5 kg melalui jalur laut menuju Palembang.

Setibanya di Palembang, terdakwa Deni mengajak terdakwa Hermam untuk membawa barang haram tersebut ke Pulau Bangka.

Deni dan terdakwa berangkat dari Kelurahan Sungai Lais Palembang menggunakan kapal cepat menuju Muara Sungsang Banyuasin pada 27 Oktober 2019 pukul 22.00 WIB.

Deni menghubungi si penerima barang dan diminta menuju Pelabuhan Tanjung Carat, lalu kapal cepat terdakwa merapat ke kapal si penerima.

Kemudian empat orang yang berada di kapal si penerima melemparkan empat tas koper ke atas kapal cepat Deni, lalu kapal si penerima pergi.

Sedangkan kedua terdakwa pergi menuju ke arah Muara Sungsang, namun setelah berjalan sekitar 15 menit, Tim F1QR Pangkalan Angkatan Laut Palembang menghentikan kapal keduanya.

‘’Setelah dilakukan penggeledahan, lalu di atas bangku didapati empat tas koper berisi 79 bungkus narkotika jenis sabu dengan berat 79 kilogram dengan berbagai bungkus dan kemasan.(OL-2)

Baca Juga

ANTARA/M Risyal Hidayat

Penyidikan Peristiwa Paniai Mulai Periksa Saksi dari TNI

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 27 Januari 2022, 05:25 WIB
Penyidikan Peristiwa Paniai mulai dilakukan sejak awal Desember tahun...
Medcom

Kejagung Sebut Perjanjian Ekstradisi Permudah Rampas Aset di Singapura

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 27 Januari 2022, 05:00 WIB
Setidaknya, Andi menyebut terdapat aset terpidana skandal PT Asuransi Jiwasraya yang berada di...
MI/Pius Erlangga

Kejagung Rekapitulasi Buronan yang Ada di Singapura

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 27 Januari 2022, 04:45 WIB
Perjanjian ekstradisi akan mempermudah Korps Adhyaksa untuk mengembalikan buronan yang selama ini bersembunyi di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya