Jumat 17 April 2020, 15:41 WIB

Peneliti LIPI Waspadai Politisasi Pandemi Virus Korona

Thomas Harming Suwarta | Politik dan Hukum
Peneliti LIPI Waspadai Politisasi Pandemi Virus Korona

AFP
Warga Jakarta sedang berjemur.

 

PENELITI Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Syarif Hidayat mengungkapkan pandemi virus korona atau covid-19 bukan hanya menjadi tantangan di bidang kesehatan dan ekonomi atau pertahanan dan keamanan tetapi juga menjadi tantangan demokrasi di Indonesia.

Salah satu aspek tantangan demokrasi, kata dia, adalah menjadikan pandemi ini sebagai komoditas politik pencitraan Pemilu Presiden (Pilpres) 2024.

Baca juga: Pejabat Negara Tidak Dapat THR, Negara Hemat Rp5,5 T

Hal tersebut diungkapkan Syarif dalam keterangan yang diterima Media Indonesia di Jakarta, Jumat (17/4). "Apa yang dihadapi saat ini dengan pandemi Covid-19 adalah sejatinya jadi tantangan untuk demokrasi kita di Indonesia," kata Syarif.

Dia beberkan setidaknya ada dua ujian dan tiga bahaya dalam konteks pandemi covid-19 jadi tantangan demokrasi.

"Ujian pertama tentu terkait dengan eksistensi dan komitmen NKRI harga mati. Pada saat pandemi seperti ini, apakah komitmen kita pada NKRI yang harga mati itu hanya sekadar imajinasi atau memang sungguh-sungguh nyata?" jelas Syarif.

Ujian lain lagi adalah soal kohesi sosial dan kepatuhan pada otoritas negara. Dalam kondisi pandemi Covid-19 ungkap Guru Besar Universitas Nasional tersebut apakah kerekatan sosial menguat atau malah melemah. "Termasuk soal kepatuhan pada otoritas negara dengan banyaknya imbauan atau arahan, apakah masyarakat cenderung patuh atau sebaliknya?" ungkap Syarif.

Selain ujian, tantangan bagi demokrasi di tengah pandemi covid-19 juga terkait dengan tiga bahaya sekaligus. Bahaya pertama adalah politisasi covid-19 untuk pencitraan politik 2024.

"Hal lagi adalah bahaya politisasi kebijakan social distancing untuk menekan kebebasan sipil utamanya kebebasan berekspresi di ruang publik. Dan tentu saja kita harus waspadai juga soal bantuan sosial yang bisa dimobilisasi untuk dukungan jelang pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020. Ini kita harus waspadai bersama," pungkasnya. (X-15)
 

 

Baca Juga

Dok. Priibadi

Perpres RAN-PE Bukti Komitmen Pemerintah Atasi Ekstremisme

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Kamis 21 Januari 2021, 00:03 WIB
Ditegaskan Christina, persoalan ekstremisme sudah menjadi permasalahan seluruh elemen bangsa dan bukan hanya...
Antara

Lemkapi: Program Presisi Listyo Cocok dengan Kondisi Indonesia

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Rabu 20 Januari 2021, 23:40 WIB
Edi pun meminta kepada calon Kapolri agar memperkuat peranan Polsek agar dapat diandalkan menjadi ujung tombak dalam pelayanan kepada...
Antara

KPK Kembangkan Suap Bansos yang Jerat Juliari

👤Ant 🕔Rabu 20 Januari 2021, 23:17 WIB
"Kita cari karena di program bansos itu banyak sekali bukan hanya difabel, PKH, dan lain-lain," kata Deputi Penindakan dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya