Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITI Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Syarif Hidayat mengungkapkan pandemi virus korona atau covid-19 bukan hanya menjadi tantangan di bidang kesehatan dan ekonomi atau pertahanan dan keamanan tetapi juga menjadi tantangan demokrasi di Indonesia.
Salah satu aspek tantangan demokrasi, kata dia, adalah menjadikan pandemi ini sebagai komoditas politik pencitraan Pemilu Presiden (Pilpres) 2024.
Baca juga: Pejabat Negara Tidak Dapat THR, Negara Hemat Rp5,5 T
Hal tersebut diungkapkan Syarif dalam keterangan yang diterima Media Indonesia di Jakarta, Jumat (17/4). "Apa yang dihadapi saat ini dengan pandemi Covid-19 adalah sejatinya jadi tantangan untuk demokrasi kita di Indonesia," kata Syarif.
Dia beberkan setidaknya ada dua ujian dan tiga bahaya dalam konteks pandemi covid-19 jadi tantangan demokrasi.
"Ujian pertama tentu terkait dengan eksistensi dan komitmen NKRI harga mati. Pada saat pandemi seperti ini, apakah komitmen kita pada NKRI yang harga mati itu hanya sekadar imajinasi atau memang sungguh-sungguh nyata?" jelas Syarif.
Ujian lain lagi adalah soal kohesi sosial dan kepatuhan pada otoritas negara. Dalam kondisi pandemi Covid-19 ungkap Guru Besar Universitas Nasional tersebut apakah kerekatan sosial menguat atau malah melemah. "Termasuk soal kepatuhan pada otoritas negara dengan banyaknya imbauan atau arahan, apakah masyarakat cenderung patuh atau sebaliknya?" ungkap Syarif.
Selain ujian, tantangan bagi demokrasi di tengah pandemi covid-19 juga terkait dengan tiga bahaya sekaligus. Bahaya pertama adalah politisasi covid-19 untuk pencitraan politik 2024.
"Hal lagi adalah bahaya politisasi kebijakan social distancing untuk menekan kebebasan sipil utamanya kebebasan berekspresi di ruang publik. Dan tentu saja kita harus waspadai juga soal bantuan sosial yang bisa dimobilisasi untuk dukungan jelang pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020. Ini kita harus waspadai bersama," pungkasnya. (X-15)
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved