Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
MAJELIS Ulama Indonesia mendorong pemerintah memakai pendekatan diplomasi dengan pemerintah Tiongkok dalam meres-pons dugaan penganiayaan muslim Uighur.
Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Azyumardi Azra mengatakan, walaupun pemerintah Indonesia sudah melakukan pendekatan diplomasi lunak, langkah konkret itu belum terlihat.
"Selama ini diplomasi itu justru dimainkan ormas-ormas Islam yang melihat ke sana dan juga memberikan catatan kepada pemerintah Tiongkok melalui kedutaannya di sini. Sekarang pemerintah kita harus aktif walupun tentu saja tidak dalam bentuk diplomasi yang keras," tegasnya.
Menurut Azyumardi, pemerintah Indonesia dapat memainkan peran aktif seperti yang dilakukan dalam penyelesaian konflik yang dialami muslim Rohingya di Rakhine, Myanmar. Ia mendorong pendekatan yang terlebih dahulu membuka ruang dialog dengan pemerintah Tiongkok melalui menteri luar negeri. "Setelah itu baru dilihat apa yang bisa dilakukan pemerintah Indonesia lebih jauh."
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dikabarkan sempat berdialog dengan pemerintah Tiongkok mengenai hal itu. Menurut Azyumardi, dialog harus dilakukan lebih formal melalui pertemuan bilateral tingkat menteri luar negeri, kemudian dilanjutkan dengan antarkepala negara.
Azyumardi menyampaikan pertemuan diplomatik tentunya tak hanya membahas muslim Uighur, tetapi juga berbagai hal. Dengan begitu, tak ada kesan Indonesia mencampuri urusan dalam negeri Tiongkok.
"Ya makanya itu harus pintar-pintar karena pada prinsipnya politik luar negeri Indonesia tidak seperti itu. Tapi saya kira bisa, melalui cara dan diplomasi tertentu. Buktinya di Myanmar bisa, melakukan usaha-usaha untuk muslim di Myanmar," jelasnya.

ANTARA FOTO/Ampelsa
Demonstran yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Aceh menggelar aksi solidaritas mengecam tindak kekerasan Pemerintah China terhadap muslim Uighur di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Aceh.
Kewajiban Indonesia
Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan pemerintah Indonesia tidak akan ikut campur dalam kasus komunitas muslim Uighur di Tiongkok. Menurut Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana, pernyataan itu sudah tepat.
"Tidak seharusnya Indonesia sebagai negara melakukan intervensi dalam urusan dalam negeri negara lain. Terlebih lagi bila yang dihadapi masalah separatisme. Penanganan masalah separatisme ialah isu internal suatu negara," ujar Hikmahanto, seperti dilansir Medcom.id, kemarin.
Namun, menurut Hikmahanto, Indonesia sebagai anggota PBB dapat mengusulkan ke berbagai organ PBB, seperti Majelis Umum, Dewan Keamanan, atau Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) untuk melakukan verifikasi atas dugaan pelanggaran HAM berat.
Bocornya dokumen rahasia yang dipercaya dari pemerintah Tiongkok pada November lalu mengindikasikan adanya pelanggaran HAM berat dalam penanganan muslim Uighur.
"Kewajiban bagi semua negara menurut hukum internasional untuk memiliki kepedulian pada pelanggaran HAM berat, termasuk melakukan verifikasi atas kebenaran terjadinya pelanggaran HAM berat," tutur Hikmahanto.
Kewajiban itu, kata Hikmahanto, kian besar mengingat Indonesia saat ini jadi anggota Dewan Keamanan dan Dewan HAM PBB. (P-2)
LPEU MUI meluncurkan Program Perumahan Merah Putih, sebuah skema hunian berbasis syariah yang ditujukan bagi pekerja sektor informal, khususnya pengemudi ojek online
MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan rasa duka yang mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
MUI menilai perbedaan awal Ramadan 1447 H wajar secara teologis. Negara berwenang menetapkan melalui Sidang Isbat agar umat Islam seragam.
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis, menyebut awal Ramadan 1447 Hijriah kemungkinan besar akan mengalami perbedaan di kalangan umat Islam Indonesia.
Ketika masyarakat diberdayakan dengan pengetahuan, teknologi, dan dukungan kebijakan yang tepat, mereka dapat menjadi penggerak utama transformasi lingkungan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan gedung baru Majelis Ulama Indonesia akan dibangun di lahan bekas Kedutaan Besar Inggris yang berada di kawasan Bundaran HI.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved