Senin 26 Agustus 2019, 20:31 WIB

Hukuman Kebiri Bisa Munculkan Dendam Pelaku Kejahatan Seksual

Insi Nantika Jelita | Politik dan Hukum
Hukuman Kebiri Bisa Munculkan Dendam Pelaku Kejahatan Seksual

MI/Adam Dwi
Peneliti Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) Erasmus Napitupulu (kanan).

 

HUKUMAN kebiri kimia yang dijatuhkan kepada pelaku kejahatan seksual di Mojokerto, Jawa Timur, menuai pro dan kontra. Menurut Peneliti Institute for Criminal Justice Reform (ICJR), Erasmus Napitupulu, hukuman kebiri tidak bisa memberikan efek jera yang maksimal malah memperburuk keadaan pelaku.

"Hukuman itu (bisa saja) membuat orang tambah jahat. Bayangkan, dia 12 tahun dipenjara lalu dikebiri. Setelah dia keluar, bayangkan dendam yang dia punya ke negara. Tidak ada keinginan untuk membuat dia menjadi manusia yang lebih baik," ungkap Erasmus di Kantor YLBHI, Jakarta, Senin (26/8).

Baca juga: Pemindahan Ibu Kota Disebut Untungkan Pemilik Usaha Tambang

Ia kemudian menyoroti soal korban kejahatan seksual. Menurutnya, korban harus mendapatkan restitusi atau ganti rugi seperti biaya pendampingan medis dalam pemilihan psikis.

"Korban 9 anak itu dapat apa? Pendampingan medisnya bagaimana, biaya pemulihan dari siapa? Fokusnya ke korban dong. Pelaku mau Anda hukum bagaimana pun terserah. Kalau saya itu," kata Erasmus.

Hukuman kebiri kimia dijatuhkan kepada Muh Aris, 20, pelaku kejahatan seksual asal Mojokerto, Jawa Timur. Ia dinyatakan terbukti melakukan pemerkosaan terhadap 9 anak.

Selain hukuman kebiri kimia, Aris dihukum 12 tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider 6 bulan kurungan. (Ins/A-5)

 

Baca Juga

Biro Pers Setpres

Pengamat: Kunjungan Jokowi ke Rusia dan Ukraina Angkat Indonesia di Mata Dunia

👤Abdillah M Marzuqi 🕔Senin 27 Juni 2022, 22:53 WIB
Menurutnya, politik bebas aktif menjadi satu alasan kunci Jokowi bisa melakukan kunjungan ke dua...
Dok pribadi

Pengguna Platform LUNA Tuntut Pencairan Rekening

👤Media Indonesia 🕔Senin 27 Juni 2022, 22:35 WIB
SALAH satu pengguna platform LUNA dari PT Indodax Nasional Indonesia, Munawar Chalid, mengungkapkan kisah...
MI/M. Irfan

Penetapan Tersangka Baru Kasus Garuda, Erick : Program Bersih-bersih BUMN

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 27 Juni 2022, 21:48 WIB
"Program bersih-bersih BUMN bukan sekadar ingin menangkap saja, tetapi bagaimana kita memperbaiki sistem agar bisa mencegah korupsi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya