Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Menteri Muda Harus Kompeten dan Bukan Titipan

Putri Rosmalia Octaviyani
29/7/2019 14:30
Menteri Muda Harus Kompeten dan Bukan Titipan
Agus Harimurti Yudhoyono, salah satu kandidat menteri Joko Widodo(MI/RAMDANI)

PENGAMAT komunikasi politik Emrus Sihombing mengatakan keinginan Jokowi mengangkat menteri dari kalangan muda atau milenial merupakan ide yang baik. Namun, ia berharap Jokowi dapat memilih menteri-menteri muda yang berkompetensi.

Ia mengatakan, menteri muda jangan sampai hanya dipilih berdasarkan titipan partai atau elite-elite partai politik.

"Menteri muda selain independen juga bisa dari parpol pendukung. Tetapi jangan tokoh-tokoh muda dari partai yang diangkat hanya karena bapaknya ketua partai lalu disodorkan anaknya atau keluarganya, jangan lah. Saya melihat ada kecenderungan itu," ujar Emrus, dalam keterangan tertulis, Senin (29/7).

Meski sah-sah saja memilih menteri muda dari kalangan partai, tetapi Jokowi harus tetap ketat dalam memilihnya.

Baca juga: Soal Menteri, Pengamat: Muda atau Tua Bukan yang Utama

Dengan begitu akan dapat dipilih menteri muda yang memiliki integritas, kapabilitas, dan jiwa kepemimpinan tinggi sesuai harapan masyarakat.

"Jangan-jangan dia sukses juga karena nempel dengan bapaknya. nah itu harus dikritisi, tapi bukan tidak boleh," tambah dia.

Menurut Emrus, jabatan menteri adalah hal yang sangat krusial dalam sebuah negara. Tidak boleh menjadi bahan eksperimen oleh kepentingan-kepentingan sempit dari keluarga-keluarga dekat petinggi parpol pendukung. Sosok menteri muda harus hadir untuk bisa mempercepat dan mengakselerasi pembangunan.

"Menteri-menteri muda merupakan suatu hal yang penting. Kita harus akui tokoh-tokoh muda itu lebih inovatif, lebih kreatif, semangat kerja yang luar biasa, dan mereka sangat familiar dengan teknologi sehingga bisa berinteraksi secara global," ujar Emrus.

Emrus mengatakan, menteri muda harus memiliki beberapa syarat, yaitu keterampilan manajerial, kedewasaan berpikir, jiwa kepemimpinan, serta yang paling penting memiliki integritas dan loyalitas terhadap Pancasila di dasar hatinya. Bila itu semua sudah terpenuhi, maka sejatinya dia jauh lebih baik dari menteri yang berusia lebih tua. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya