Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) melalui akun twitternya @Jokowi, pada Rabu (3/7) memposting hasil liputan surat kabar The New York Times yang mengulas keterpilihan Jokowi pada Pilpres 2019. Salah satu yang ditekankan Jokowi ialah soal demokrasi Indonesia yang senantiasa memayungi keberagaman.
"Indonesia adalah negara demokrasi ketiga terbesar di dunia, di bawah India dan Amerika Serikat. Dan demokrasi senantiasa memayungi keberagaman. Inilah salah satu potret Indonesia dalam liputan surat kabar The New York Times," cuit Jokowi sambil mengunggah berita The New York Times dengan judul "With Joko Widodo’s Re-election, Indonesia Bucks Global Tilt Toward Strongmen."
Dalam hasil wawancara dengan reporter The New York Times Hannah Beech and Muktita Suhartono tersebut, Jokowi menyampaikan bahwa dia adalah Presiden dari seluruh rakyat Indonesia dan demokrasi memayungi Pluralisme dan pemerintahannya akan selalu berusaha mewujudkan kerukunan dan melawan ekstrimisme.
"Dan untuk keberlanjutan eksistensi negara Indonesia kita harus mengakar dalam budaya bangsa Indonesia yang sangat beragam dan toleran, " ucap Jokowi.
Sebagai negara demokrasi ketiga terbesar dengan jumlah umat muslim terbesar di dunia, Jokowi juga menyampaikan bagaimana Islam dan demokrasi di Indonesia bisa berjalan bersama. Di tengah adanya gerakan kelompok garis keras yang bermaksud menciptakan kekhalifahan Islam global untuk menggantikan pemerintahan yang demokratis, Jokowi menunjukan warna Islam nusantara yang sangat khas Indonesia.
"Islam kita modern, moderat, dan berbeda dari yang lain," pungkasnya. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved