Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
MELAMBANNYA peran kaum muda dalam wilayah politik dan partisipasi publik harus segera dicari solusinya.
Salah satu upaya membangun optimisme itu ialah dengan memperbanyak ruang diskusi publik di kampus-kampus.
“Ruang-ruang untuk merangkul anak muda ke wilayah kultur kebudayaan, kebangsaan ini yang harus dimunculkan lagi,” ujar Ketua Umum PB HMI Saddam Jihad di sela-sela diskusi Pemuda Mana Suaramu, di Jakarta, Sabtu (11/5).
Menurutnya, semua pihak termasuk pemerintah dan parpol harus punya kesamaan paradigma dan frekuensi tentang apa yang dimaknai suara anak muda.
Itu karena sejauh ini ruang publik mendikotomi bahwa pengabdian sosial menjadi tidak terlihat dengan adanya ruang-ruang politik.
“Ketika pengabdian sosial diintimidasi oleh argumentasi-argumentasi politik ini akan berbahaya. Namun, kita harus mengapresiasi bahwa anak muda tidak senyap sebetulnya, real di masyarakat. Oleh karena itu, kita harus membangun optimisme anak muda. Artinya, ruang publik harus diisi oleh kepemimpinan anak muda.”
Ketua Umum GMNI Robayatullah Kusuma Jaya menambahkan sikap kritis mahasiswa dan pemuda masih ada hingga hari ini.
Hanya ruang gerak sebagai faktor utama yang membedakan perjuangan mahasiswa dulu dan sekarang.
Di era digitalisasi, terang dia, mahasiswa cenderung menyampaikan aspirasi dan nalar berpikirnya via media sosial dan bukan turun ke jalan, seperti yang selalu dilakukan mahasiswa dan pemuda di era sebelumnya.
“Dengan aktifnya bermedia sosial, berteknologi, justru ini akan memberikan sumbangsih positif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena dengan memberikan pemahaman melalui medsos, ini saya rasa akan lebih cepat persebaran informasinya,” katanya.
Apabila realitasnya pemuda dan mahasiswa dianggap tak acuh terhadap politik, sambung dia, persoalan tersebut tentu menjadi bahan kritik kepada parpol dan elite politik yang ternyata kurang gencar memberikan pendidikan politik di dunia kampus.
“Contoh, pendidikan politik hanya diberikan jelang pesta demokrasi, itu menjadi catatan. Tidak pernah pendidikan politik diberikan di luar jadwal, yakni pesta demokrasi di mulai. Itu jarang kita temukan,” pungkasnya. (Gol/P-1)
STEFANIA Giannini (2026), Assistant Director-General for Education UNESCO, mengemukakan sistem pendidikan tinggi memainkan peran strategis dan tak tergantikan dalam membangun masyarakat
GoStudy International bersama British Council membuka peluang lebih luas bagi pelajar Indonesia untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Inggris Raya melalui kampanye GoStudy GREAT UK.
Program studi yang selaras dengan minat umumnya akan membuat proses pembelajaran terasa lebih menyenangkan, sekaligus meningkatkan motivasi dalam menjalani perkuliahan.
Dalam satu waktu, tidak jarang sebuah universitas mengukuhkan tiga, lima, bahkan tujuh guru besar sekaligus.
Berdasarkan data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), saat ini terdapat hampir 10 juta mahasiswa yang menempuh pendidikan di 4.416 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah mendorong kolaborasi antara industri dan perguruan tinggi dalam pengembangan teknologi semikonduktor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved