Headline

Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.

TKN: Ini Bukti Kubu 02 tak Siap Kalah

Mediaindonesia.com
04/4/2019 14:15
 TKN: Ini Bukti Kubu 02 tak Siap Kalah
Juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily.(MI/Susanto)

JURU Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily, menilai langkah pendukung pasangan Calon Presiden dan Wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno semakin kalap mendekati 17 April 2019 mendatang. Menurutnya, hal ini menunjukan bahwa kubu 02 tidak siap kalah.

Pertama, kata Ace, beredarnya arahan strategis dari Direktorat Esksekutif BPN yang mengklaim sudah menang dan hanya kalah dengan kecurangan. "Arahan strategis ini digunakan untuk membangun framing 02 kalah dengan kecurangan. Dari sinilah muncul upaya untuk mengangkat cerita seolah-olah ada kecurangan yang dilakukan 01 seperti tidak netralnya aparat, politik uang dengan tanda jempol sampai dengan pemilih siluman. Konstruksi akhirnya adalah 02 kalah dengan kecurangan," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia, Kamis (4/4).

Baca juga: Di Pengadilan, Ratna Sarumpaet Cium Tangan Amien Rais

Kedua, sambung Ace, adanya fitnah yang menyebutkan kampanye 02 dihalang-halangi. Salah satu contohnya, fitnah yang disemburkan Suryo Prabowo pendukung 02 yang menyebutkan pesawat Prabowo dihalang-halangi jet tempur TNI AU. "Ini salah satu semburan fitnah untuk mendukung plot cerita 02 kalah dengan kecurangan itu. Apa yang disampaikan jelas fitnah seperti secara resmi dibantah oleh Kadispen TNI AU. Jadi fitnah itu tentu tujuan akhirnya untuk menyatakan TNI tidak netral," tandasnya.

Tidak sampai disitu, menurutnya, kubu 02 sedang mengarang sandiwara soal politik uang. Peristiwa OTT di KPK dirangkai ceritanya dan ditarik-tarik dengan kubu 01. "Video lama kunjungan kerja Pak Jokowi di Jatim tahun 2015 diangkat angkat lagi, seolah olah peristiwa saat ini.  Tujuan akhirnya juga sama yakni 02 kalah dengan kecurangan," paparnya.

Menurut Ace, dengan membangun konstruksi kalah dengan kecurangan, kubu 02 ingin membangkitkan militansi pendukungnya sehingga mereka bisa dimobilisasi tanggal 17 April. Tujuan mobilisasi adalah provokasi dan intimidasi kepada pemilih pendukung 01.

"Ini bagian dari skenario besar yang sedang dirancang jelang dan pasca 17 April," pungkasnya. (RO/OL-6)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya