Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Segera Tingkatkan Kualitas SDM

Dero Iqbal Mahendra
06/2/2019 10:45
Segera Tingkatkan Kualitas SDM
(MI/Susanto)

PRESIDEN Joko Widodo mengatakan perlunya meningkatkan keahlian SDM Indonesia melalui pelatihan kejuruan atau vocational training. 

Pemerintah telah mendata terdapat 67 juta orang yang harus ditingkatkan kemampuannya serta 37 juta pekerja milenial yang harus disiapkan untuk menyongsong revolusi industri 4.0.

“Tidak ada kata lain, tahapan-tahapan besar itulah yang saya lihat kita akan bisa keluar nantinya untuk muncul sebagai negara maju supaya tidak terjebak di dalam ‘middle income trap’,” katanya pada Peringatan HUT ke-73 HMI dan syukuran penetapan Lafran Pane sebagai Pahlawan Nasional yang berlangsung di kediaman Akbar Tandjung, Jakarta, kemarin.

Menurut Jokowi, apabila sudah terjebak dalam fenomena ‘middle income trap’, bangsa Indonesia akan kesulitan menjadi sebuah negara maju.

“Karena itu perlu ada konsistensi untuk meningkatkan kualitas SDM sehingga dapat menjadi bangsa yang maju,” tegasnya.

Menurut Presiden, Indonesia memiliki beraneka ragam suku, agama, adat, tradisi, hingga bahasa yang harus dijaga persatuannya. Kekayaan itu menjadi salah satu aset besar bangsa Indonesia.

Kejar ketertinggalan
Pada kesempatan itu, Jokowi kembali menyinggung mengenai kebijakan pembangunan jalan tol selama era pemerintahannya yang sering dikritik sejumlah kalangan.

“Karena yang sering dibicarakan masyarakat ialah yang gede-gede, baik itu pelabuhan besar, airport baru, jalan tol, yang sebetulnya infrastruktur kecil pun banyak kita bangun. Tapi, saya mau cerita dulu mengenai jalan tol. Karena ada yang sampaikan ‘Pak kami tidak setuju dengan jalan tol, kami tidak makan jalan tol’. Ada yang sampaikan itu. Yang suruh makan jalan tol siapa? Makan semen sama aspal malah sakit perut,” kata Jokowi.

Jokowi menjelaskan, pembangunan jalan tol di Indonesia sebenarnya sudah lama dilakukan, sejak 1978. Namun selama 40 tahun belakangan, yang baru terbangun hanya 780 km.

Jokowi mengatakan, awalnya negara-negara asing datang ke Indonesia untuk melakukan studi dan peninjauan jalan Tol Jagorawi, termasuk salah satunya China.

“China (sekarang) sudah 280 ribu km. Ini kita pasti ada yang salah. Oleh sebab itu, saya sampaikan ke menteri bahwa daya saing harus dikejar,” ungkapnya.  (Dro/Ant/P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya