Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo meminta kesiapan TNI dan Polri untuk merespons perubahan global yang sangat cepat. TNI/Polri, kata Jokowi, tak boleh ketinggalan dalam merespons perkembangan terkonologi tersebut. Ini karena perkembangan teknologi mengubah lanskap politik, ekonomi, dan sosial
"Saya ingin mengingatkan bahwa dunia ini berubah. Lanskap politik dunia berubah. Lanskap global ekonomi, sosial global juga berubah. Sehingga kita harus merespons secara cepat perubahan-perubahan yang ada baik di bidang ekonomi, politik, atau sosial," ujar Presiden saat memberikan arahan pada Rapat Pimpinan TNI dan Polri di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa, (29/1).
Baca juga: KPK: Presiden Harusnya Memiliki Agenda Kuat Terkait Korupsi
Kepala Negara juga mengingatkan bahwa momentum revolusi industri keempat yang tengah berlangsung harus bisa diantisipasi. Oleh karena itu, ia mendorong TNI maupun Polri memanfaatkan perkembangan teknologi dan menerapkannya untuk kebutuhan organisasi.
"Mungkin dengan lebih menggiatkan lagi riset-riset untuk alutsista kita. Kemudian tadi saya berikan contoh misalnya penggunaan virtual reality, artificial intelligence, 3D printing yang negara-negara lain sudah mulai kembangkan di sisi kemiliteran," tandasnya.
Terkait Pemilu 2019, Presiden kembali mengingatkan pentingnya menjaga netralitas TNI/Polri. Mantan Wali Kota Solo itu juga menegaskan bahwa politik yang dijalankan TNI/Polri adalah politik negara.
"Sehingga netralitas itu perlu sekali dijaga dan terpenting adalah lancarnya pemilu, kondisivitas situasi dan kondisi, dan damai. Itu akan terjadi apabila TNI/Polri solid dan sinergi bersama menjaga ketertiban, menjaga keamanan," pungkasnya
Rapim tersebut dihadiri oleh para perwira tinggi TNI dan Polri yang aktif. Selain itu, beberapa mantan Panglima TNI dan mantan Kapolri juga tampak dalam acara itu, seperti Endriartono Sutarto, Djoko Suyanto, Moeldoko, dan Gatot Nurmantyo. Dua mantan Panglima ABRI, yaitu Try Sutrisno yang juga Wakil Presiden periode 1993-1998 dan Wiranto, juga hadir dan duduk di jajaran terdepan bersama Presiden Jokowi. Adapun mantan Kapolri yang hadir antara lain Badrodin Haiti, Bambang Hendarso Danuri, Timor Pradopo, Da’i Bachtiar, dan Sutanto.
Hadir pula dalam acara itu, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved