Selasa 22 Januari 2019, 22:50 WIB

Pembebasan Baasyir Positif Ditolak

Rudy Polycarpus | Politik dan Hukum
Pembebasan Baasyir Positif Ditolak

ANTARA

 

KEPALA Staf Presiden Moeldoko memastikan bahwa pemerintah tidak akan mengabulkan permohonan bebas bersyarat terpidana terorisme Abu Bakar Baasyir.

"Oh iya (tidak dibebaskan). Karena persyaratan itu tidak boleh dinegosiasikan dan tidak boleh dikurangi," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/1).

Mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan, narapidana perkara terorisme yang ingin mendapat remisi dan pembebasan bersyarat setidaknya harus memenuhi beberapa kriteria. Kriteria itu di antaranya menunjukkan kesadaran dan mengakui kesalahan yang menyebabkannya dipidana serta menyatakan ikrar setia kepada NKRI secara tertulis.

Syarat setia kepada NKRI ini yang tidak mau dipenuhi Baasyir.

Menurut Moeldoko, permohonan pembebasan bersyarat terpidana 15 tahun itu sudah diajukan keluarga sejak 2017. Kondisi kesehatan yang memburuk dan usia Baasyir yang uzur menjadi pertimbangan keluarga.

"Presiden menekankan bahwa persyaratan-persyaratan itu harus dipenuhi. Bagaimana pendekatan hukumnya, bagaimana kesetiaan kepada Pancasila, UUD 1945 dan NKR8. Itunya Presiden itu memberikan pendekatan kemanusiaan, tapi ada prinsip yang harus dipenuhi," tandas mantan Panglima TNI itu.

Presiden Jokowi mengatakan jika Baasyir akan bebas, maka sifatnya bebas bersyarat bukan bebas murni. Selain itu, jelasnya, pemerintah selama ini membuka pintu bagi pihak Baasyir jika ingin mengajukan grasi kepada presiden.

Namun Presiden mengetahui jika opsi ini selalu ditolak oleh Baasyir.

"Masalahnya grasi juga tidak menggunakan. Ini, kan, juga salah," tandas Moeldoko.

Di sisi lain, Moeldoko menegaskan bahwa rencana pembebasan Baasyir tidak ada kaitannya dengan Pilpres 2019.

"Tidak ada hubungannya, juta tidak ada urusannya," pungkasnya. (OL-1)

 

Baca Juga

Dok MI/ROMMY PUJIANTO

Amnesty Internasional Minta Tim Gabungan Pencari Fakta Usut Tragedi Kanjuruhan

👤Mesakh Ananta Dachi 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 22:33 WIB
Usman menegaskan bahwa Tragedi Kanjuruhan yang terjadi harus diinvestigasi, karena telah melanggar Kode Etik...
ANTARA

Polri Sebut Pelimpahan Tahap II Ferdy Sambo dkk pada Rabu

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 22:18 WIB
Kapolri menyebutkan pelimpahan dilakukan pekan depan dengan waktu pelimpahan antara hari Senin (3/10) atau Rabu (5/10) di Bareskrim...
ANTARA/Ari Bowo Sucipto

Polri akan Dalami Penggunaan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan

👤Bagus Suryo 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 21:23 WIB
Petugas menggunakan gas air mata untuk membubarkan kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan usai laga antara Arema FC dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya