Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
PERHELATAN pesta demokrasi Pileg dan Pilpres 2019 sedianya dapat berjalan aman, lancar, dan kondusif. Pun memanasnya suhu politik di Tanah Air merupakan hal wajar, namun jangan sampai hal itu justru merusak persatuan dan kesatuan bangsa.
"Oleh karena itu ulama dan habib harus bantu meredam suhu politik. Jangan pula malah ikut memanaskan situasi, seperti memaki pemerintah," ujar Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu disela-sela acara Ceramah Bela Negara kepada Ulama dan Habaib Sumatera Selatan, di Palembang, Sumsel, Senin (21/1).
Acara tersebut dihadiri Gubernur Sumsel Herman Deru, Rais 'Aam Jam’iyyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (Jatman) Habib Luthfi bin Yahya, Irjen Kemhan Letjen Thamrin Marzuki, Pangdam II Sriwijaya Mayjen Irwan, dan Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain Adinegara.
Ryamizard menambahkan, seluruh elemen bangsa, termasuk ulama, perlu berpartisipasi untuk menyukseskan pemilu. Para ulama pun sejatinya ikut memberikan pencerahan dan mengedukasi masyarakat guna menjaga keutuhan NKRI.
Pada kesempatan itu, Ryamizard juga membeberkan bahwa persoalan lain yang dihadapi Indonesia dan negara-negara di dunia ialah ancaman terorisme generasi ketiga. Itu ditandai dengan kembalinya para pejuang Islamic State (IS) asing dari Timur Tengah, termasuk kekalahannya di Suriah dan Irak. Ancaman tersebut juga telah berevolusi dari sentralisasi menjadi desentralisasi.
Menurut dia, pola operasi dan taktik kelompok teroris bakal terus berkembang, serta dalam prosesnya juga mengalami perubahan agar tidak mudah terdeteksi oleh aparat keamanan. Misalnya, sambung dia, IS terbukti menggunakan modus baru, yaitu serangan oleh satu keluarga utuh di Surabaya, beberapa waktu lalu.
"Nah, mereka ini bukan Islam karena ajaran Islam adalah ajaran damai. Sangat tidak masuk akal seorang ibu dapat mengajak anak-anaknya untuk melakukan aksi bunuh diri. Konsep dan Ideologi sesat seperti inilah yang harus kita perangi bersama," tutup dia. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved