Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Prabowo Tuding Menteri Perempuan Jokowi tidak Prorakyat, TKN: tidak Pakai Data

Akmal Fauzi
18/1/2019 06:21
Prabowo Tuding Menteri Perempuan Jokowi tidak Prorakyat, TKN: tidak Pakai Data
(ANTARA/Sigid Kurniawan)

ISU pemberdayaan perempuan sempat dibahas dalam debat perdana capres dan cawapres di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1) malam. Saat capres nomor urut 01, Joko Widodo membanggakan sembilan menteri perempuan yang masuk dalam kabinetnya, Prabowo justru menyerang kesembilan menteri itu disebutnya yang tidak prorakyat.

“Yang kita masalahkan adalah kebijakan. Jangan hanya perempuan diangkat kita bangga. Tapi perempuan cakap prorakyat. Dan tidak perempuan yang mengambil kebijakan merugikan rakyat," kata Prabowo dalam debat yang berlangsung Kamis (17/1) malam.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Kadrding, menilai tudingan itu tanpa dasar dan bertolak belakang dari kenyataan.

Karding menyebut, perempuan yang menjadi menteri kabinet pemerintahan Jokowi telah menorehkan prestasi.

“Nah itu dia gak punya data. Perempuan yang ada di kabinet Jokowi itu berprestasi,” kata Karding saat ditemui usai debat di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1) malam.

Baca juga: Romahurmuziy Sebut Jokowi Unggul 3-1 di Debat Perdana

Karding mencontohkan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menerima penghargaan sebagai Menteri Keuangan Terbaik 2018 di Asia Pasifik Timur oleh majalah Global Markets atas kebijakan selama menjabat.

Kemudian, Susi Pudjiastuti yang menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan mampu menyelesaikan persoalan pencurian ikan yang selama ini meresahkan.

“Kemudian menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ibu Siti Nurbaya mampu menjaga penguasaan hutan terhadap korporasi. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dengan diplomasi luar biasa terhadap Palestina, Myanmar dan kita sekarang dihormati negara maju berkembang dan negara kecil,” tegas Karding.

Pernyataan Prabowo itu keluar saat disinggung Jokowi soal posisi strategis di partainya yang semuanya diduduki kaum laki-laki, tidak ada perempuan.

Jokowi kemudian membela sembilan menteri yang pernah dan masih ada di kabinetnya. Ia menyebutkan beberapa menteri sebagai contohnya. Ia juga mengemukakan tentang panitia seleksi KPK yang pernah ia buat semuanya terdiri dari perempuan. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya