Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Penanaman Modal dan pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota (DPM-PTSP) Surabaya menyatakan nilai investasi yang masuk ke Kota Pahlawan, Jawa Timur, selama 2018 menembus angka Rp57,37 triliun.
Kepala Dinas DPM-PTSP Kota Surabaya Nanis Chairani, di Surabaya, Jumat (11/1), mengatakan nilai investasi pada 2018 melebihi target awal yang ditetapkan, yakni sebesar Rp41,58 triliun.
"Para investor dari dalam dan luar negeri menunjukkan keseriusannya untuk berinvestasi di Surabaya. Tentu saja, hal itu karena kondisi kota yang aman, nyaman, dan kondusif," katanya.
Baca Juga: Masuknya Investasi Asing Atasi Defisit Perdagangan
Menurut dia, nominal investasi tersebut berasal dari tiga sumber yakni penanaman modal asing (PMA) sebanyak Rp 0,71 triliun, penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp0,14 triliun, dan Rp56,5 triliun dari nonfasilitas.
Nanis mengatakan nonfasilitas masih menjadi penyumbang dominan dalam pencapaian tersebut. Nonfasilitas merupakan investor yang memiliki badan usaha dengan nilai kurang dari Rp15 miliar dan kebanyakan berasal dari lokal. Hal tersebut menunjukkan bahwa perekonomian di Surabaya mampu berjalan mandiri, tanpa terlalu bergantung pada modal asing.
"UMKM, perusahaan rintisan (startup, dan industri-industri rumahan atau kecil itu juga termasuk nonfasilitas. Perkembangannya cukup signifikan, sehingga angka investasinya juga cukup fantastis. Sebab, pemerintah kota juga memiliki kepedulian tinggi pada pemain di industri kecil dan menengah ini," ujarnya.
Nanis menyadari kesuksesan itu bukan tanpa alasan karena sederet inovasi kerap dilakukan demi menunjukkan Surabaya sebagai kota ramah investor. Hal itu juga demi turut merealisasikan misi yang dibawa Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yakni mewujudkan kota tempatnya bekerja sebagai pusat penghubung perdagangan dan jasa antarpulau dan internasional.
Selain itu, lanjut dia, Surabaya memantapkan tata kelola pemerintahan yang baik dan daya saing usaha-usaha ekonomi lokal, inovasi produk dan jasa, serta pengembangan industri kreatif. DPM-PTSP juga kerap melakukan diskusi dengan banyak pihak, terutama investor dalam dan luar negeri.
"Kami mengundang para investor, lalu memaparkan potensi apa saja yang ada di Surabaya. Selain itu, faktor pendukung seperti infrastruktur, keamanan, dan perizinan yang menjanjikan membuat investasi mereka terus berkembang," ujarnya. (OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved