Front Pembela Islam (FPI) adukan duhaan korupsi pembelian lahan untuk Rumah Sakit Sumber Waras. FPI mendasarkan dugaan itu dari laporan Badan Pemeriksa Keuangan yang menyebut ada kerugian negara Rp1,8 miliar sehingga diajukan ke Komisi Pemberantasan Korupsi untuk ditindaklanjuti.
"Kami laporkan terkait RS Sumber Waras dengan total kerugian negara diduga hampir Rp2 triliun yaitu Rp1,8 triliun. Ini semua dari BPK. BPK itu lembaga resmi audit yang terpercaya," terang Ali Alatas, Ketua Mahasiswa Islam yaitu Sayap Organisasi FPI, di Gedung KPK, hari ini.
Ia menjelaskan FPI resmi laporkan dokumen hasil audit BPK sebagai barang bukti dan dokumen lainnya. "Kita ga bakal berhenti di sini. Kita akan banyak melakukan gerakan. Jangan merasa Ahok (Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama) itu menang. Demi Allah kita ga bakal berhenti di sini. Kita akan terus berjuang walapun harus nyawa taruhannya. Allahu Akbar," tegasnya.
Ali bersama puluhan orang berseragam seperti militer yaitu menenkan baret, sabuk, baju kemeja dan sepatu PDH yang serba berwarna putih sebelum menyerahkan dokumen mereka menggelar aksi di depan gedung KPK. Hal itu dengan tujuan KPK bisa menjndaklanjuti dugaan korupsi yang dilakukan Ahok.
"Kita udah lapor ke Polda kemarin, sekarang (6/11) baru ke KPK," tukasnya. (Q-1)