Hasil survei Lembaga Klimatologi Politik mengatakan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani masuk dalam jajaran menteri yang dianggap berkinerja rendah. LKP menduga survei opini itu lantaran sifat diamnya Puan.
"Puan? Jarang bicara, jarang mengungkapkan dan diam," kata Peneliti Senior LKP Usman Rachman dalam rilis hasil survei di Restoran Pulau Dua, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (3/10).
Usman menjelaskan Puan yang sering tampil di publik tidak berbanding lurus dengan keterbukaannya di depan publik. Puan dinilai enggan mengungkapkan program-program kementeriannya, baik yang akan dilakukan dan sudah dilakukan selama setahun terakhir.
"Diam dalam pengertian tidak terbuka kepada publik. Tidak memberikan penjelasan. Anggarannya juga paling rendah daya serapnya," sesal Usman.
Meski demikian, Usman menilai Puan mampu bekerja secara efektif di tengah kesenyapannya. Buktinya, sejumlah menteri yang berada di bawahnya mendapatkan penilaian terbaik di mata publik. Di antaranya Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan.
"Secara organisasi dan koordinasi, dia berhasil. Tapi, secara individual dipandang tidak berhasil," ujar dia.
Usman tidak mengetahui persis, penyebab Puan yang selalu diam. Padahal, Puan memiliki program dengan tiga kartu saktinya, yaitu Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Keluarga Sejahtera. Usman meminta Puan dapat mengubah sikap agar tidak mendapatkan penilaian buruk dari publik.
"Dia harus terbuka. Dia harus menyampaikan kepada publik. Tiga kartu sakti kan dari dia. Artinya diekspos saja. Ini lho keberhasilan saya. Kenapa musti (disembunyikan)," tukas dia.
Peneliti LKP Adie Sujana mengatakan, pihaknya melakukan pengumpulan hasil survei ini, dengan menggunakan teknik wawancara melalui telepon dan ditambah dengan pedoman kuosioner. Lebih lanjut pembiayaan survei ini dilakukan oleh Yayasan Stasiun Cuaca Politik.
"Survei ini dilakukan pada 24 hingga 29 Oktober 2015 di 34 provinsi dengan sample sebanyak 784 responden.
Sampel diambil melalui teknik multi stage random sampling, margin error 3,5 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen," kata Adie.
Hasil survei ini mencatat sejumlah menteri yang dinilai buruk. Mereka adalah Menpora Imam Nahrowi, Menteri BUMN Rini M Soemarno, Menkeu Bambang Brojonegoro, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, Menkumham Yasonna Laoly, Menko PMK Puan Maharani dan Menteri ESDM Sudirman Said.
Sementara menteri yang dianggap berkinerja baik adalag Menteri KKP Susi Pudjiastuti, Mendikdasmen Anies Baswedan, Mensos Khofifah Indar Parawansa, Menko Kemaritiman Rizal Ramli, Menpan dan RB Yuddy Chrisnandi, Menhub Ignatius Jonan dan Mendagri Tjahjo Kumolo. (Q-1)