Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Meningkatkan Perekonomian Desa melalui Infrastruktur

Irwan Saputra
02/11/2015 00:00
 Meningkatkan Perekonomian Desa melalui Infrastruktur
(MI/Khoirul Hamdani )
Dari kejauhan, terlihat kumpulan warga sibuk bergotong-royong mengerjakan konstruksi pembangunan jalan. Bukan jalan besar yang bisa dilintasi kendaraan roda empat, namun sebuah jalan tikus sepanjang hampir satu kilometer itu menghubungkan desa mereka menuju jalan raya.

Di desa Bugbug, di Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, warga setempat belum pernah merasakan infrastruktur jalan beton sama sekali. Melalui program dana desa dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT), baru sekarang inilah desa mereka memperoleh kucuran dana untuk pembangunan jalan tersebut.

Tradisi ketimuran di sini masih kental. Ada 14 orang pekerja yang terdiri dari delapan orang ibu-ibu dan enam orang bapak-bapak dari desa tersebut yang bergotong royong.

"Kami di sini bergotong royong, tidak digaji. Ini demi punya akses jalan yang bagus untuk mempercepat pekerjaan kami sehari-hari," ujar Jumhur, kepala proyek konstruksi jalan tersebut yang juga merupakan warga desa itu.

Hal yang sedikit ganjil untuk dikerjakan kaum hawa, di sini para wanita tersebut bekerja bak tukang bangunan. Pengerjaannya juga masih manual, batu dan pasir yang sudah dimasukkan ke dalam keranjang rotan, dipikul di atas kepala ibu-ibu itu secara bergiliran. Seolah mereka sedang membawa kain cucian menuju ke sumur.

Namun, dengan pekerjaan berat seperti itu, mereka tampak semangat dan kompak. Wajar, hasil dari kerja tersebut akan berdampak pada perekonomian mereka.

Ketika jalan tersebut telah selesai, maka, akses penduduk yang mayoritas bekerja sebagai petani sayur tersebut akan lebih mudah. "Kalau selama ini kan susah bawa hasil kebun kita ke pasar. Karena jalannya jelek, apalagi kalau hujan, kita sering kewalahan," keluh Munawaroh, 40, sambil memasukkan batu-batu kerikil ke dalam keranjang rotan menggunakan skop.

Kekhusyukan kerja mereka tiba-tiba pecah, saat Menteri DPDTT, Marwan Jafar mengunjungi untuk memantau realisasi dana desa di desa-desa di Nusa Tenggara Barat, Sabtu (30/10). Para pekerja mengerumuni untuk bersalaman dengan sang menteri untuk dapat sekadar bersalaman yang diwarnai jerit tawa ibu-ibu pekerja yang kegirangan itu.

Tak lupa, Marwan menyemangati para pekerja dan mengingatkan agar lebih giat untuk mendukung realisasi dana desa tersebut.

"Dana desa tahap satu sudah digunakan, tahap dua on proccess, tahap tiga belum keluar dari Kementerian Keuangan. Jadi kita harap akhir tahun semua bisa terserap sampai yang tahap empat," jelasnya.

Ia juga menjanjikan, untuk meningkatkan kuantitas dana desa sebesar dua kali lipat karena peningkatan dana desa untuk tahun depan. "Dana tahun ini Rp25,7 triliun. Untuk tahun depan yang masih definitif sebesar Rp47 triliun. Kita akan terus tingkatkan pembangunan dari desa karena ini merupakan program nawacita yang dijanjikan dulu."

Plt Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid mengapresiasi program dana desa yang diinisiasi pemerintah pusat. Menurutnya, program ini sangat membantu untuk meningkatkan perekonomian dan taraf hidup masyarakat desa.

"Dana tersebut, kita gunakan untuk penggalian potensi desa, pembangunan infrastruktur seperti jalan setapak. Rakyat bergotong-royong, mereka sumbangjan tanah untuk jalan. Hasilnya, harga tanah mereka jadi naik, distribusi jadi lebih lancar," katanya.

Fauzan mengaku, dana tersebut sudah direalisasikan seluruh pemerintah kabupaten/kota di NTB. Kedepannya, lanjutnya, dana tersebut akan digunakan untuk pelebaran jalan, pengelolaan sampah, serta pengembangan pertanian ataupun perikanan.

"Realisasi dana desa kita tahap satu sudah 100 persen, tahap dua sudah 90 persen, realisasi NTB untuk serapan dana tersebut nomor tiga se-Indonesia. Kita harap dana tahun depan ditambah sesuai janji pak Menteri," cetusnya. (Q-1)




Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya