Sekjen DPR: Ruang Kerja Jadi Prioritas Pembangunan Gedung DPR
Farah Gita
02/11/2015 00:00
(ANTARA/Hafidz Mubarak A)
Sekretaris Jenderal DPR Winantuningtyastiti menegaskan anggaran Rp740 miliar untuk pembangunan gedung baru, sangat diperlukan. Tapi dalam waktu dekat, renovasi yang akan dilaksanakan.
"Saya pribadi mendesak (renovasi) ruangan. Dengan orang ukuran 18 meter. Padahal di UU MD3 117 meter minimal. Setiap tambah staf ada tambahan 2 meter. Jadi menurut saya pribadi, ruang kerja," kata Winantuningtyastiti ketika dihubungi, Senin (2/11).
Apalagi, ruang kerja sudah dua kali terkena gempa. Win khawatir kondisi ini membahayakan anggota dan staf yang berkantor di gedung itu. Terlebih, terlalu banyak dokumen yang disimpan di masing-masing ruangan.
"Dulu dibangun untuk 800 orang. Waktu itu stafnya 1 PNS layani 2 anggota. Tapi sekarang mobilitas 400 orang. Saya sebagai penanggung jawab, itu mengkhawatirkan," terangnya.
Soal pembangunan gedung baru, tambah Win, memang menjadi keinginan bersama. Saat ini, pelaksanaan akibat anggaran yang dinilai masuk dalam APBN 2016 dengan cara siluman itu masih dalam proses.
Belum ada pemenang sayembara siapa yang akan memegang proyek pembangunan gedung baru. Saat ini, tim masih bekerja menilai pihak mana yang akan bertanggung jawab.
"Pemenangnya kita lihat nanti seperti apa. Kita serahkan lagi ke PU nanti untuk menilai lagi," ujar dia.
Lokasi pembangunan gedung baru pun belum sampai tahap keputusan. Pihak Sekjen masih harus berkonsultasi pada ahlinya. (Q-1)