Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD meyakini bahwa Presiden Joko Widodo akan menemukan sosok yang tepat untuk menggantikan Yudi Latif yang mengundurkan diri dari Kepala BPIP. Menurutnya, masih banyak sosok yang memiliki kapasitas yang sama seperti Yudi Latif.
"Pasti lah. Pasti Presiden menemukan (pengganti Yudi Latif) itu. Tidak akan sulit," katanya saat dihubungi Media Indonesia, Sabtu (9/6). Adapun terkait kriteria, Mahfud menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Joko Widodo. "Terserah Presiden saja. Presiden pasti lebih tahu dari saya," ucapnya.
Sebelumnya diberitakan, Kepala BPIP Yudi Latif mengajukan surat pengunduran diri kepada Presiden Joko Widodo. Dalam surat tertanggal 7 Juni 2018 tersebut disebutkan bahwa alasan Yudi mengundurkan diri menyangkut urusan keluarga. Presiden pun telah menerima dan membaca surat tersebut pada 8 Juni 2018.
Terkait sosok pengganti Yudi, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko sempat menyampaikan bahwa pengganti Yudi nantinya sebisa mungkin memiliki kemampuan dan kapasitas yang sama dengan Yudi. Menanggapi itu, Mahfud pun memiliki pandangan yang sama. "Mestinya (kapasitasnya sama). Semua kriteria yang bagus diletakkan saja (kepada sosok calon pengganti Yudi Latif)," ucapnya.
Paska pengunduran diri Yudi dari Kepala BPIP, Mahfud mengaku hal tersebut tidak mengganggu kinerja BPIP yang kini sedang dalam masa transisi kelembagaan dari UKP-PIP menjadi BPIP. "Ngga (mengganggu kinerja), tetap jalan. Kalau kita lihat yang mendaftar, sekarang kan lagi diseleksi 83 pendaftar untuk posisi jabatan eselon I di BPIP, masih bergairah juga," terangnya.
Adapun terkait pengunduran diri Yudi, Mahfud mengaku kaget dengan hal tersebut. Ia merasa tidak ada tanda-tanda Yudi akan mengundurkan diri. "Mendadak sekali," ucapnya. Ia pun baru mengetahui pengajuan pengunduran diri tersebut dari media. "Ngga ada (penyampaian langsung dari Yudi). Saya ngga pernah tahu suratnya, kecuali baca di media," pungkasnya.
Untuk diketahui, Yudi Latif diambil sumpah jabatannya oleh Presiden Joko Widodo sebagai Kepala UKP-PIP pada Rabu, 7 Juni 2017. Selain Yudi, sembilan orang Dewan Pengarah UKP-PIP pun ikut disumpah pada kesempatan tersebut.
Pada akhir Februari 2018, Jokowi kemudian menaikkan posisi kelembagaan UKP-PIP menjadi setingkat menteri lewat Perpres Nomor 7 Tahun 2018 tentang BPIP. Sejak saat itu, UKP-PIP pun berubah nama menjadi BPIP. (A-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved