Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

JAD di Indonesia dan Respon Pemerintah

Irene Harty
14/5/2018 21:00
JAD di Indonesia dan Respon Pemerintah
(ANTARA FOTO/Risky Andrianto)

INDONESIA, negara dengan penduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia, termasuk di antara beberapa negara di Asia Tenggara yang telah mengalami serangan oleh kelompok-kelompok yang disebut Islamic State (IS) dalam beberapa tahun terakhir.

Dilansir dari BBC, Minggu (13/5), peringatan akan IS telah hadir di Indonesia, Malaysia, dan Singapura pada 2015 yang disusul serangan pada Januari 2016 di jantung ibu kota Indonesia, Jakarta, menewaskan empat warga sipil dan empat penyerang. Itu menjadi serangan pertama di Indonesia terkait dengan IS.

Para pelakunya disebut menjadi bagian dari kelompok militan Jemaah Ansharut Daulah (JAD) yang berbasis di Indonesia, yang sebelumnya telah berjanji setia kepada IS.

Setelah serangan Jakarta, IS meningkatkan upaya propagandannya di Asia Tenggara. Kelompok itu menggunakan rakyat Indonesia dalam video-videonya untuk mengancam pemerintah dan polisi dan mendesak pendukung untuk melakukan serangan lebih lanjut.

Pada 2017, Panglima militer Indonesia Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan IS telah menyebar ke hampir setiap provinsi di negara itu.

Generasi radikal saat ini adalah pendatang baru yang mendapatkan indoktrinasi mereka dari internet dan situs jihadis, atau pengikut gerakan radikal lama tetapi dengan sedikit ikatan dengan generasi yang lebih tua.

Para ahli menilai bahwa setelah melihat pendahulu mereka terlalu penakut, generasi muda memutuskan untuk membagi diri menjadi kelompok kecil baru, yang secara efektif berada di bawah radar polisi.

Hingga 30 kelompok Indonesia diketahui telah berjanji setia kepada IS dengan beberapa ambisi yang sebelumnya disuarakan untuk mendirikan provinsi IS resmi di Asia Tenggara.

Ratusan orang Indonesia juga diyakini telah meninggalkan negara itu untuk bertempur dengan kelompok di Suriah dan Irak. Sementara banyak pemimpin militan teratas telah terbunuh atau tertangkap, ancaman IS merupakan ancaman berkelanjutan.

Aman Abdurrahman, pemimpin JAD, diyakini memiliki pengaruh signifikan di kalangan jihadis di Indonesia, meskipun ditahan selama 12 tahun terakhir. Dia saat ini diadili karena menghasut para pengikut untuk melakukan tindakan terorisme yang menurut para analis meskipun di penjara, Aman tetap menyebarkan paham pro IS.

Serangan bom terburuk ke Indonesia terjadi di klub malam di pulau Bali pada 2002 dan menewaskan lebih dari 200 orang dengan pelaku terkait al-Qaeda.

Sejak itu pihak berwenang Indonesia melancarkan serangan terhadap kelompok-kelompok ekstremis, menggiatkan program deradikalisasi yang berfokus untuk mengubah pola pikir orang Indonesia, dan menyediakan pendapatan alternatif bagi beberapa militan yang dibebaskan.

Pihak berwenang Indonesia juga telah memenjarakan sekitar 800 militan dan menewaskan lebih dari 100 sejak pemboman Bali. Akan tetapi usaha-usaha itu tidak memiliki banyak keberhasilan dalam mereformasi keamanan di Indonesia. Para militan, beberapa dengan pengalaman medan perang yang signifikan, yang terus dibebaskan dari penjara akan dapat meningkatkan jajaran jihadis saat ini.

Sementara itu polisi dikatakan telah mencegah sejumlah serangan melalui pengawasan mereka terhadap personel radikal yang diketahui.

Serangan terakhir yang memakan korban hingga 13 tewas di tiga gereja di kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya, adalah yang paling mematikan sejak bom bunuh diri di Bali.

 

Berikut sejumlah insiden mematikan terkait dengan militansi Islam selama bertahun-tahun di Indonesia:

1. 2002 (Oktober): Serangan bom di distrik klub malam Pantai Kuta di Bali menewaskan 202 orang, kebanyakan dari mereka adalah turis

2. 2003 (Agustus): Empat belas orang tewas ketika sebuah bom mobil meledak di luar Hotel Marriott di Jakarta

3. 2004 (September): Serangan bom mobil lain di luar kedutaan Australia di Jakarta membunuh sembilan dan melukai lebih dari 180

4. 2005 (Oktober): Tiga bom bunuh diri di Bali menewaskan 23 orang, termasuk pembom

5. 2009 (Juli): Serangan bom bunuh diri kembar di hotel Marriott dan Ritz-Carlton di Jakarta membunuh sembilan orang dan melukai lebih banyak lagi

6. 2016 (Januari): Serangan bom dan senjata di pusat kota Jakarta membunuh dua warga sipil dan lima penyerang. IS mengaku berada di balik serangan itu

7. 2017 (Mei): Serangan bom bunuh diri di Jakarta membunuh setidaknya tiga petugas polisi dan melukai 10 orang

8. 2018 (Februari): Beberapa terluka dalam serangan pedang di sebuah gereja di Sleman, Yogyakarta

9. 2018 (Mei): Lima petugas polisi tewas di sebuah penjara keamanan tingkat tinggi dalam bentrokan dengan tahanan militan Islamis

(BBC/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya