Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Seputar Teror Bom, Hoax Vs Fakta

Anata
14/5/2018 19:40
Seputar Teror Bom, Hoax Vs Fakta
Sejumlah anggota polisi melakukan identifikasi terhadap rumah terduga teroris pengeboman gereja di kawasan Wonorejo Asri, Rungkut, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5).(ANTARA/M RISYAL HIDAYAT)

RANGKAIAN teror bom dalam dua hari terakhir di Tanah Air menyebabkan beredarnya banyak informasi di media sosial maupun grup-grup aplikasi percakapan. Banyak di antaranya ialah informasi bohong alias hoax.

Pemerintah, kepolisian, lembaga keagamaan dan kemasyarakatan, maupun sejumlah tokoh agama, telah mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tidak terprovokasi. Namun derasnya arus informasi sering kali membuat hoax pun berkembang dan meresahkan.

Berikut daftar hoax yang beredar seputar teror bom:

1. Bom di Duren Sawit, Gereja Paroki - Yayasan Santa Anna.

2. Bom di Bandara A Yani Semarang. Bungkusan yang diduga bom ternyata berisi ICU control GPS – Lifelink dari PT Airindo Sakti.

3. Bom di dekat Satpas Colombo, Tanjung Perak, Surabaya.

4. Bom meledak di Bank Prima Surabaya.

5. Peredaran pesan berantai mengatasnamakan BIN dan Densus 88 kepada masyarakat untuk menghindari sejumlah mall.

Meski beredar luas di medsos, masyarakat diminta tidak terprovokasi hoax-hoax yang disebutkan di atas.

 

Sementara daftar berikut ialah fakta, kejadian-kejadian terkait teror bom yang terjadi dalam dua hari ini.

1. Bom di halaman Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/5) pukul 08.50 WIB. Sepuluh orang korban luka terdiri dari empat anggota polisi dan enam sipil. Empat korban tewas ialah pelaku yang merupakan satu keluarga, pasangan Tri Murtiono dan Tri Ernawati. Mereka membawa tiga anak mereka dalam aksi tersebut, dua di antaranya tewas.

2. Bom di tiga gereja di Surabaya: Gereja Santa Maria Tak Bercela Ngagel, GKI Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) di Jalan Arjuna.

Bom meledak Minggu (13/5) pukul sejak 7.15 hingga pukul 08.00. Total korban tewas 18 orang (termasuk 6 orang pelaku). Sedangkan korban luka 43 orang.Pelaku ialah satu keluarga yakni Dita Oeprianto, istrinya: Puji Wastuti, dua anak perempuannya: Fadila Sari, 12 dan Vamela Riskika, 9, serta dua laki-laki: Yusuf dan Iran.

3. Bom di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, dekat Polsek Taman, Bundaran Waru, Minggu (13/5) sekitar pukul 21.15.

Satu keluarga pelaku, tinggal di unit yang meledak di lantai 5 Blok B nomor 2. Korban sekaligus pelaku, 3 orang tewas Anton Febryanto, 47, Puspita Sari, 47 (istri Anton), anak sulung mereka Rita Aulia Rahman, 17.Korban luka ialah tiga anak lainnya: Aunir Rahman, 15, Faiza Putri, 11, dan Garida Huda Akbar, 10.

4. Penembakan terduga teroris di Cianjur. Empat pria berinisial BBN, DCN, AR, dan HS ditembak di terminal Pasirhayam Jalan Perintis kemerdekaan Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Minggu (13/5).

Mereka membawa senjata rakitan dan panah yang bisa meledak. Diduga mereka dalam perjalanan melakukan serangan di Mako Brimob Depok serta merencanakan serangan di pos-pos polisi Jakarta dan Bandung.

5. Penangkapan teroris di Sidoarjo. Lokasi pertama yang digerebek ialah di Desa Jedong, Urangagung, Kecamatan Sukodono. Lokasi kedua di Perumahan Puri Maharani, Blok A4-11, Desa Masangan Wetan, Kecamatan Sukodono.

Empat terduga teroris ditangkap, satu tewas yakni: Budi Satriyo, sisa pembesuk  napi teroris (napiter) di Lapas Tulung Agung Dedi Rofaizal. Mereka ialah jaringan Abu Roban, MIB, Baiat ISIS. Budi Satriyo membesuk Dedi Rofaizal bersama dua pelaku bom Surabaya lainnya. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya