Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Cawapres Jokowi, PDIP: Buat Apa Buru-Buru

Astri Novaria
04/5/2018 15:11
Cawapres Jokowi, PDIP: Buat Apa Buru-Buru
(MI/RAMDANI )

KETUA DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hendrawan Supratikno mengatakan pihaknya tidak ingin terburu-buru dalam menentukan cawapres sebagai pendamping Joko Widodo di Pilpres 2019 mendatang. Hendrawan menambahkan, PDIP masih ingin fokus pada Pilkada serentak terlebih dahulu.

"Nanti, masih jauh putarannya. Ini mau buat program di bulan puasa dulu, lalu ada bulan Bung Karno, pokoknya tidak ada gunanya terburu-buru, berspekulasi untuk meramaikan fantasi demokrasi. Kita rem dulu," ujar Hendrawan saat dihubungi, Jumat (4/5).

Menanggapi hasil survei Indikator Politik Indonesia yang menyatakan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meraih elektabilitas tertinggi sebagai pendamping Jokowi, Hendrawan menilai belum dapat dijadikan kesimpulan karena menurutnya persepsi publik masih bisa berubah sewaktu-waktu.

"Survei lain bilang JK diharapkan maju lagi karena menjadi cawapres terfavorit. Yang lain lagi rilis Cak Imin terus meningkat. Ada lagi yang melihat Rizal Ramli cawapres potensial. Pokoknya industri survei bergeliat. Pasar popularitas sedang diperebutkan," tandasnya.

Meskipun demikian, ia tak menampik bahwa nama-nama yang berada dilingkaran survei menjadi pertimbangan PDIP untuk dijadikan cawapres pendamping Jokowi.

"Semua tokoh yang potensial masuk daftar panjang kami. Kami adalah rumah besar bagi talenta bangsa, inklusif," pungkasnya. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya