Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Jabatan Ketua MK Berasal dari Allah

Golda Eksa
02/4/2018 18:40
Jabatan Ketua MK Berasal dari Allah
(MI/Adam Dwi)

MAHKAMAH Konstitusi melalui rapat permusyawaratan hakim (RPH) yang dilanjutkan dengan voting memutuskan Anwar Usman sebagai Ketua MK periode 2018-2020. Lantas bagaimana rencana Anwar untuk memimpin MK ke depan? Berikut petikan wawancara dengan Anwar Usman seusai acara Pengucapan Sumpah Ketua MK di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (2/4).

Bisa dijelaskan apa strategi Anda dalam menjalankan tugas sebagai pimpinan MK, khususnya terkait tahun politik 2018-2019 yang terbilang berat?

Bagi MK kasus apa pun yang masuk itu sebenarnya, ya sama saja. Toh, kan sudah ada hukum acaranya. Apakah itu pengujian UU, termasuk kaitan dengan pilkada, pileg, maupun pilpres. Insyaallah semua (dapat diselesaikan) karena sudah ada aturan mainnya.

Beberapa waktu lalu ada kasus hukum yang pernah menimpa hakim MK. Apakah Anda yakin seluruh hakim MK bakal solid untuk mengembalikan kepercayaan publik?

Insyaallah, harus yakin. Insyaallah solid semua. Bukan hanya hakim saja, tapi Pak Sekjen MK dan semua anak buahnya. Kami akan mewujudkannya sehingga bisa memberikan kepercayaan publik bahwa apa yang dilakukan selama ini sudah on the track.

Jika boleh tahu apa tugas pertama yang akan Anda lakukan selaku pimpinan MK terpilih?

Saya akan meneruskan kepemimpinan yang sudah dijalankan oleh Pak Arief Hidayat selama ini. Kebetulan saya pernah mendampingi beliau sebagai wakilnya sehingga saya belajar banyak dari beliau. Hal-hal yang sudah sangat baik tetap diteruskan dan kalaupun ada program beliau yang belum terlaksana,Insyaallah diteruskan.

Anda terlihat terisak ketika menyampaikan ucapan terimakasih kepada mantan Ketua MK Arief Hidayat. Kenapa demikian? Apakah ada hubungan emosional atau faktor lain?

Iya, betul. Itu karena saya mendampingi beliau cukup lama. Saya waktu itu sebagai wakilnya dan beliau menjabat ketua. Saya tahu persis bagaimana beliau memimpin, membangun birokrasi di MK. Insyaallah ini menjadi bahan bagi kami berdua (Wakil Ketua MK Aswanto) membawa MK ke depan untuk semakin meningkat di bidang segalanya.

Selain pernah berada dalam jabatan struktural, boleh dijabarkan ilmu apa yang Anda petik dari Arief?

Beliau kebetulan guru besar di Unpad dan orangnya memang banyak memberikan ilmu, terutama mengenai sosiologi hukum dan saya belajar banyak filsafat hidup.

Artinya hubungan selama ini tidak terganggu meski Arief sempat tersandung kasus pelanggaran etik?

"Oh, tidak. Itu, kan masalah peribadi beliau dan tidak mungkin juga mengintervensi."

Kenapa Anda mengucapkan kalimat Inalillahi sebagai pembuka pada pidato perdana? Apakah karena beban Ketua MK dirasakan berat?

Begini, jangan orang mengasosiasikan inalillahi seolah-olah ada orang meninggal. Padahal itu, kan bahwa segala sesuatu berasal dari Allah, termasuk jabatan ketua dan wakil ketua MK. Nah, jadi semua itu kita kembalikan kepada Allah.

Bagaimana Anda menjaga kredibilitas MK pada tahun politik?

Insyaallah, makanya semua kita kembalikan kepada Allah. Saya bilang tadi Inalillahi, artinya kalau kita serahkan semua maka Tuhan tidak akan memberikan cobaan, termasuk yang di luar kemampuan hambanya. (A-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya