Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

IPU Harus Dukung Indonesia jadi Anggota Tidak Tetap DK-PBB

RO/Micom
25/3/2018 14:39
IPU Harus Dukung Indonesia jadi Anggota Tidak Tetap DK-PBB
(istimewa)

KETUA DPR RI Bambang Soesatyo menyoroti isu kemanusiaan, ilegal fishing hingga terorisme di Sidang The Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-138 di Geneva, Switzerland, Sabtu (24/3). Ia pun mendorong IPU agar mendukung Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

Dalam pertemuan bilateral antara Indonesia dengan Argentina, Turki, Vietnam, Sudan serta Delegasi Asean+3  di hari pertama itu, politisi Golkar dengan panggilan Bamsoet ini menekankan pentingnya peningkatan kerjasama antar parlemen dan pemerintahan dalam tatanan global yang lebih baik.

Bamsoet juga meminta anggota IPU memberikan dukungan terhadap pencalonan Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamaman Perserikatan Bangsa-bangsa (DK-PBB) pada 2019-2020.

Poin penting yang dibahas dalam pertemuan ini difokuskan membahas perlindungan untuk pengungsi dan migrasi internasional. Di pertemuan tersebut Bamsoet juga menanggapi keinginan Ketua Parlemen Argentina Federico Pinedo agar Argentina untuk menjadi pihak pada TAC-Asean.

“Indonesia secara sungguh-sungguh akan menggalang dukungan dari negara-negara Asean untuk Argentina,” kata Bamsoet melalui pesan elektronik,” Minggu (25/3).

Bamsoet mengemukakan, isu lain yang menjadi diskusi hangat dalam pertemuan bilateral itu antara lain, penanggulangan terorisme, kejahatan kemanusiaan dan pengungsi Rohingya di Bangladesh. Indonesia dipastikannya terus mendesak pemerintah Myanmar untuk menciptakan stabilitas dan menghentikan kekerasan di Rukhine.

“Bahkan Indonesia mendorong Myanmar melaksanakan rekomendasi Komisi Kofi Annan,” papar Bamsoet.

Khusus terhadap Ketua Parlemen Vietnam Nguyen Thi Kim Nga, Bamsoet meminta Vietnam bisa bekerjasa dalam pemberantasan ilegal fishing. Tak hanya itu, hubungan bilateral melalui kerjasama di bidang otomitif diharapkannya dapat meningkatkan target nilai perdagangan Indonesia-Vietnam dari US$ 5 milyar pada tahun 2015 menjadi US$ 10 miliar pada tahun 2018.

Sementara kepada Ketua Parlemen Turki Ismail Kahraman yang merupakan salah satu orang terkuat di Turki, Bamsoet mengajak agar Turki dan Indonesia terus bekerjasama dalam mengatasi krisis Rohingya khususnya di forum OKI.

Ajakan itu disambut baik okeh Kahraman, mengingat Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia dan Turki sebagai salah satu negara Muslim demokratis yang paling berpengaruh di dunia, dapat saling bersinergi sebagai focal point dunia Islam dalam memperjuangkan hak-hak kemanusiaan seperti yang terjadi di Palestina dan Rohingya.

“Ada 1,7 miliar penduduk muslim di seluruh dunia, dan sekitar 200 juta nya ada di Indonesia.” ucap Bamsoet menyampaikan pesan Kahraman.

Sidang IPU ke 138 yang berlangsung sejak tanggal 24 hingga 26 Maret 2018 ini diikuti oleh 146 negara dan dihadiri langsung oleh 69 ketua parlemen (DPR) dari negara-negara tersebut di Gedung CICG Geneva, Swizerland. Total peserta di pertemuan ini sebanyak 1.539 anggota delegasi, termasuk 12 anggota delegasi dan 3 adviser dari DPR RI yang dipimpin Ketua DPR RI Bambang Soesatyo.

Selain Pimpinan dan anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP), Nurhayati Assegaf, Bara Hasibuan, Budisatrio Djiwandono juga turut dalam rombongan wakil ketua DPR RI Fadli Zon dan Fahri Hamzah serta Anggota DPR Ahmad Sahroni, Muhammad Misbakhun, Agun Gunanjar Sudarsa dan Johnny Plate. (A-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya