Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Kisah Bamsoet soal Panglima TNI dan Penangkalan Narkoba

RO/Micom
21/2/2018 22:05
Kisah Bamsoet soal Panglima TNI dan Penangkalan Narkoba
(istimewa)

PENGGAGALAN penyelundupan sabu seberat 1,6 ton oleh Satgassus Polri membawa kenangan tersendiri bagi Ketua DPR Bambang Soesatyo.

Bamsoet, panggilan politisi Golkar ini, mengaku dirinya terkenang atas pengalamannya bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto ke Batam, Kepulauan Riau, untuk melihat langsung tangkapan TNI yang bekerja sama dengan BNN, Polri, serta Bea dan Cukai.
Bamsoet, Rabu (20/2), bercerita awalnya ia tidak merencanakan perjalanan ke lokasi penangkapan kapal Sunrise Glory. Sabtu, 10 Februari 2018. Siang itu, Bamsoet masih melaksanakan kegiatan menandatangani prasasti Green Campus di Pesantren Jagat Arasy, bersama Abah Gaos Pesantren Manaqib Peradaban Dunia di BSD, Tangerang, Banten.
“Usai kegiatan itu, saya masih menghadiri pertemuan dengan beberapa kolega dan senior saya seperti Hariman Siregar, Aryadi Achmad, A Yani, Djoko Edhi meresmikan kantor baru media online milik Aryadi Achmad di kawasan Harmoni,” terang Bamsoet.
Jelang petang, Bamsoet menerima pesan dari ajudan Panglima TNI mengenai keinginan mengundang Ketua DPR RI untuk melakukan kunjungan kerja bersama dengan kepala BNN Komjen Budi Waseso, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, besera jajaran utamanya ke Batam.
Ajudan tersebut menjelaskan bahwa Panglima akan melihat langsung hasil penyergapan anak buahnya atas Kapal MV Sunrise Glory yang membawa satu ton sabu. Bagi Bamsoet, undangan mendadak itu merupakan kehormatan besar bagi DPR melihat langsung kerjasama TNI, Polri, BNN, serta Bea dan Cukai dalam memerangi para penyeludup narkoba yang membahayakan masa depan anak-anak bangsa.
Bamsoet pun memastikan datang menerima tawaran tersebut di Landasan Udara Militer AU Halim Perdana Kusumah pukul 07.00 WIB minggu pagi.
Seperti diketahui, kapal MV Sunrise Glory di sergap KRI Sigurot-864 pada Rabu 7 Februari 2018 di Perairan Selat Philips. KRI Sigurot-864 yang sedang melakukan operasi pengamanan perbatasan RI-Singapura 2018 BKO Guskamlabar melihat Kapal Sunrise Glory melintas di luar Traffic Separation Scheme (TSS) dan masuk perairan Indonesia. Pergerakan kapal berbendera Singapura ini mencurigakan sehingga disergap pada koordinat 01.08.722 U/103.48.022 T.
Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui bahwa kapal Sunrise Glory merupakan target operasi TNI AL yang diberikan ke Armabar di Guskamlabar. Tak hanya itu, dari pemeriksaan muatan kapal, Prajurit TNI AL menemukan sabu yang diperkirakan mencapai satu ton.
Bamsoet menangkap pesan bahwa mantan Sekretaris Militer Presiden dan Irjen Kementerian Pertahanan ini mengundang karena ingin menunjukan hasil sinergitas TNI, Polri, BNN dan Bea Cukai.
Selain itu, Panglima TNI juga ingin memberi pesan bahwa TNI tidak pernah tinggal diam ketika Indonesia sudah dijadikan pasar sindikat narkotika internasional.
Sinyal lain yang ditangkap Bamsoet, ajakan Panglima TNI ini untuk membangun sinergi pada jabatan masing-masing. Hadi maupun Bamsoet sama-sama baru menduduki jabatannya. Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dilantik sebagai Panglima TNI oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada 8 Desember 2017. Sementara Bamsoet dilantik sebagai ketua DPR pada 15 Februari 2018.
Sebelum lepas landas dari Bandara Halim Perdanakusumah, Bamsoet, yang ditemani anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Nasdem Ahmad Sahroni, melakukan pembicaraan ringan bersama Panglima TNI, Kepala BNN Budi Waseso (Buwas), Kabareskrim Komjen Ari Dono, dan beberapa petinggi TNI AL di ruang tunggu VVIP.
“Kepala BNN bercerita hampir saja tangkapan itu lepas karena petugas lapangan yang dipimpin Panglima Armada Barat TNI AL dan Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari terkecoh dengan kepiawaian para penyelundup menyembunyikan puluhan karus berisi kristal sabu tersebut,” papar Bamsoet.
Pembicaraan pun berlanjut di dalam pesawat. Selama penerbangan, Panglima TNI dan Kepala BNN memberi penjelasan tentang daerah rawan penyelundupan narkoba, dan bagaimana Polri serta TNI mengantisipasi ancaman itu.
Buwas bercerita bahwa lembaganya mendapat informasi dari intelijen Tiongkok bahwa sedikitnya ada 5 ton sabu yang memasuki perairan Indonesia. "Jadi, kalau hari ini tertangkap 1,6 ton dan sebelumnya 1 ton, berarti masih ada sekitar 2,4 ton yang belum terdektesi dan tertangkap," katanya.
“Pada momen saling bercerita santai itu, saya merasakan Panglima TNI berusaha meyakinkan DPR bahwa pimpinan TNI sangat prihatin dengan tingginya arus penyelundupan, peredaran, serta penggunaan narkoba. Jenderal Hadi menegaskan bahwa negara harus all out memerangi ini. Sebab, pada gilirannya, ketahanan nasional-lah yang akan menjadi taruhannya. Karena itu, militansi generasi muda jangan sampai digerus oleh narkoba,” beber Bamsoet. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya