Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Perkuat Kerja Sama BUMN dengan Industri Pertahanan

RO/Micom
20/2/2018 18:53
Perkuat Kerja Sama BUMN dengan Industri Pertahanan
(istimewa)

KETUA DPR Bambang Soesatyo berharap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di industri strategis dapat bekerja sama dengan para pelaku industri pertahanan swasta dalam negeri.

Hal ini diungkapkan Bamsoet, panggilan akrab Ketua DPR, saat membuka Rapat Umum Anggota Luar Biasa Perhimpunan Industri Pertahanan Swasta Nasional (Pinhantanas), Rabu (21/2). Menurut Bamsoet, kemampuan BUMN sering kali tidak mampu memenuhi kebutuhan alutsista nasional.
"Jangan sedikit-sedikit impor. Melihat hasil karya alutsista anak bangsa yang dipamerkan ini, saya yakin industri pertahanan swasta kita sudah mampu memproduksi dengan kualitas yang baik. Kita harus percaya diri dengan kemampuan bangsa sendiri," kata Bamsoet.
Ia menekankan tumbuh dan berkembangnya industri pertahanan dalam negeri menunjukan kedaulatan sebuah bangsa. Hal ini sekaligus menjadi nilai tambah bagi perekonomian nasional. Sehingga peringkat pertahanan Indonesia bisa naik dari posisi 14, menjadi 10 besar dunia.
"Saya mendukung industri pertahanan yang dikelola pihak swasta bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Bukan hanya dari segi kuantitasnya, melainkan juga dari nilai kualitas, sehingga tidak kalah dari industri pertahanan luar negeri," kata Bamsoet.
Mantan Ketua Komisi III ini menegaskan, DPR RI selalu berkomitmen memperkuat alutsista untuk memenuhi kebutuhan sistem pertahanan dan keamanan nasional. Hal itu terbukti dengan anggaran pertahanan yang terus meningkat. Di APBN 2018, alokasinya mencapai Rp107 triliun, dan Rp15 triliun digunakan membeli alutsista.
Dengan anggaran yang cukup besar tersebut, Bamsoet berharap industri pertahanan dalam negeri dapat lebih diutamakan.
"Saya dapat informasi, hampir 80% peralatan pertahanan nasional kita dipenuhi impor. Kalaupun ada yang dibuat di dalam negeri oleh BUMN, terkadang juga hasil impor yang begitu sampai Indonesia diganti merknya. Ini juga tidak boleh terjadi. Kita jangan jadi bangsa yang membohongi diri sendiri," pungkasnya.
Selain dibuka oleh Ketua DPR, dalam kegiatan ini turut hadir Menteri Pertahanan Jenderal TNI Purn Ryamizard Ryacudu sebagai keynote speaker. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya