Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
DITANGKAPNYA Bupati Ngada Marianus Sae oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui operasi tangkap tangan (OTT) pada Minggu (11/2) diduga kuat terkait suap proyek infrastruktur di Ngada, NTT.
Marianus yang juga bakal calon gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) 2018 yang diusung PDI Perjuangan dan PKB itu ditangkap bersama seorang kepala dinas asal Kabupaten Ngada, danseorang pengusaha. Ketiganya kini dibawa ke markas KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan.
Ketua Umum Forum Pemuda Penggerak Keadilan dan Perdamaian (Formada) NTT Romo Yohanis Kristo Tara OFM mengatakan OTT terhadap Marianus Sae merupakan langkah maju dalam pemberantasan korupsi di daerah itu.
"Ini buah dari perjuangan rakyat NTT yang berkaitan dengan korupsi," katanya kepada Media Indonesia.
Menurutnya sejak 2009, sejumlah lembaga swadaya masyarakat pegiat antikorupsi termasuk Formadda terus menyuarakan kasus-kasus korupsi di NTT. Bahkan jelang penetapan Marianus Sae sebagai bakal calon gubernur NTT yang didukung PDI Perjuangan dan PKB, pihaknya masih mengingatkan kepada pimpinan parpol tersebut.
"Kita tetap berjuang jangan sampai mendapat calon gubernur yang kemungkinan terjerat kasus. Tapi sudahlah," kata Romo Yohanis.
Menuruntya kasus OTT Bupati Ngada bersama kepala dinas dan pengusaha tersebut diduga terkait dengan fee 10% sejumlah proyek infrastruktur di Ngada.
"Saya berharap Marianus Sae tabah dan kuat dan keluarga menerima ini sebagai peristiwa iman. Kita sudah ingatkan berulang-ulang," ujarnya.(OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved