Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Calon dari Gerindra Terancam Gagal jika tidak Berkoalisi

10/12/2017 10:00
Calon dari Gerindra Terancam Gagal jika tidak Berkoalisi
(ANTARA/ARIF FIRMANSYAH)

GERINDRA resmi mengusung Mayjen (Purn) Sudrajat sebagai bakal calon Gubernur Jawa Barat.

Namun, Gerindra yang hanya memiliki 11 kursi di DPRD terancam gagal mengusung Sudrajat jika tidak didukung partai lain.
Untuk di Jawa Barat, syarat calon yang diusung parpol yakni 20% jumlah kursi di DPRD Jawa Barat atau 25% perolehan suara parpol atau gabungan parpol.

Ketua Umum Gerindra Pra-bowo Subianto berharap PAN dan PKS mau bergabung untuk mengusung Sudrajat. Akan tetapi, PAN, PKS, dan Demokrat sudah lebih dulu mendeklarasikan jagoan mereka, yakni Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu.

PKS 12 kursi, Demokrat 12 kursi, dan PAN 4 kursi sudah lebih dari cukup untuk mengusung Deddy-Syaikhu.

"Sudrajat putra Jabar asli. Orangtua Sumedang, ibu Ci-anjur. Sekarang ada singkatan usa, urang Sunda asli," kata Prabowo dalam jumpa pers di Hambalang, Bogor, kemarin.

Tekad Prabowo untuk mengusung Sudrajat sudah bulat. Untuk itu ia akan terus berkomunikasi dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). "Kita sudah ada untuk berunding (dengan SBY), tapi tentunya ada pertimbangan mereka (Partai Demokrat)," ujar Prabowo.

Selain dengan SBY, Prabowo akan melobi PKS dan PAN. Lobi dilakukan untuk menam-bah dukungan. "Tentunya kita sekarang harus keliling. Kita harus melobi kawan-kawan kita dari PKS-PAN mungkin juga partai-partai lain, kita juga terbuka. Mungkin kalau ada partai lain yang sudah tobat, bisa kita terima.''

Di Sukabumi, seusai menghadiri konsolidasi pemenangan pilkada serentak, Jumat (8/12) malam, Syaikhu me-ngaku tak terkendala dengan Partai Gerindra yang kabarnya sudah menetapkan calon gubernur.

"Kita tetap menunggu (Ge-rindra) karena masih proses bargaining dengan partai lain masih terus berjalan. Oleh karena itu, kita terus berusaha agar soliditas di antara empat partai (PKS, Demokrat, PAN, dan Gerindra) ini mudah-mudahan pada akhirnya mengerucut sehingga bisa menjadi satu koalisi utuh," tegasnya.
Syaikhu membenarkan jika awalnya PKS sudah berkolaborasi dengan Gerindra. Akan tetapi, karena ada persoalan sehingga koalisi ini tidak terbentuk, justru kemudian masuk PAN dan Partai Demokrat. (Nov/Nur/BB/Ant/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya