Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PARTAI Demokrat sudah memutuskan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) anak dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ketua umum partai berlambang mercy itu sebagai bakal calon presiden atau wakil presiden pada Pilpres 2019.
Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Syarifuddin Hasan, dalam keterangan persnya di sela Reses Persidangan I di Bogor, Jumat (3/11). "Memang sudah jadi keputusan Demokrat untuk mencalonkan AHY jadi bakal calon presiden atau calon wakil presiden,"kata dia.
Meski demikian, imbuh Syarifuddin, pihaknya akan mengikuti perkembangan. "Lagi-lagi tergantung elektabilitas AHY,"ujarnya.
Untuk meningkatkan elektabilitasnya, lanjut dia, AHY kini terus melakukan komunikasi dan sosialisasi ke masyarakat. "Beliau juga sedang berkomunikasi dengan rakyat. Dan kader-kader termotivasi untuk mensukseskan kebijakan itu,".
Pihaknya pun akan melihat konstalasi politik. Selain itu juga menunggu keputusan atau persepsi Mahkahmah Konstitusi (MK). "Tergantung konstalasi politik. Undang-undang pemilu ini bagaimana persepsi MK. Apakah ditolak atau review diterima. Kalau ditolak hanya ada 2 calon. Tapi kemungkinan juga 3 calon. Itu tergantung kolaisi yang di bentuk. Ini masih ada satu tahun untuk bekerja,"terangnya.
Dia menyebut, AHY saat ini posisi masih nomor 3 dalam elektabilitasnya. "Tentunya kita harapkan lebih tinggi lagi elektabilitasnya. Tergantung respons masyarakat. Tapi saya lihat masyarakat sudah semakin pandai dan kritis di dalam memilih pemimpin. Kami lihat rakyat ingin pemeimpin yang akan datang memiliki kompetensi dan kemampuan dan latar belakang yang bisa diandalkan,"ungkapnya.
kendati demikian Syarifuddin mengakui, sementara ini elektabilitas Partai Demokrat secara nasional menurun. Hal itu diliketahui dari beberapa lembaga survey, ada yang menyebutkan 6 persen, ada yang 5,3 persen dan ada yang 8 persen.
"Kita harapkan para kader Demokrat untuk bekerja dengan rakyat. Target kita 15 persen. Turun dibanding tahun 2009 yang mencapai 20 persen. Tapi sekarang semua partai turun, yang naik itu akhirnya cuma ada satu, yakni tidak ada pilihan,"pungkasnya. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved