Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
DORONGAN membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus penyerangan terhadap Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mendapat dukungan dari pimpinan DPR RI. Pengusutan kasus ini dinilai sejumlah aktifis pegiat anti korupsi hanya jalan di tempat.
"Saya kira bagus kalau dibentuk TPGF. Sehingga ada kejelasan siapa yang melakukan itu," ujar Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Rabu 1 November 2017.
Ia mengatakan, kasus penyiraman air keras pada 11 April 2017 itu bakal terang benderang dengan kehadiran TGPF tersebut. Menurut Fadli kasus yang menimpa Novel sederhana. Pelaku penyerangan mestinya bisa mudah untuk diungkap.
"Harusnya gampang dong. Masa kasus-kasus lain yang rumit saja bisa diselesaikan, masa kasus penyerangan kepada Novel tidak bisa. Berarti ada sesuatu yang salah," ujar Fadli.
Dukungan pembentukan TGPF lainnnya muncul dari Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan. Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui kasus yang selama ini belum menunjukan tanda-tanda kejelasan.
"Dalam posisi belum ada kejelasan, bagian dari penyampaian aspirasi masyarakat itu harus jadi catatan untuk segera ditindaklanjuti, dituntaskan," ujarnya. Baca juga: KPK Akan Tanyakan Polri Perkembangan Penanganan Kasus Novel Baswedan
TGPF merupakan satu di antara mekanisme guna mengungkap misteri dalam kasus Novel. Prosedur yang dilakukan, kata dia, tetap harus sesuai prosedur hukum.
"Mau jenderal mau kopral sama. Di mata hukum sama. Menurut saya tidak hanya di kasus pak novel, masalah lain, juga harus diluruskan. Kalau kita ingin menegakkan law inforcement secara benar, secara berkeadilan," ucap Taufik.(MTVN/OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved